Akurat

Pertamina Luncurkan Produk Baru BBM Bersulfur Rendah Diesel X, Lebih Ramah Lingkungan

Camelia Rosa | 31 Januari 2025, 10:06 WIB
Pertamina Luncurkan Produk Baru BBM Bersulfur Rendah Diesel X, Lebih Ramah Lingkungan

AKURAT.CO PT Pertamina, melalui Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balongan, kembali melakukan inovasi BBM Ultra Low Sulphur Diesel.

Produk terbaru yang dinamakan Diesel X ini diklaim sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan, peluncuran Diesel X memperkuat posisi Pertamina sebagai BUMN energi yang mengedepankan inovasi dan keberlanjutan.

Serta bagian dari dukungan swasembada energi sesuai Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Peluncuran Diesel X merupakan jawaban atas tantangan dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi. Di mana, produk ini tidak hanya memberikan performa tinggi tetapi juga mengedepankan efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah," jelasnya, kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).

Diesel X, lanjut Simon, merupakan bentuk respons Pertamina terhadap tuntutan global akan energi yang lebih bersih.

Baca Juga: Prabowo dan PM Anwar Ibrahim Bahas Sinergi Petronas-Pertamina hingga Kelapa Sawit

Diesel X hadir dengan teknologi terkini yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjadi solusi terbaik bagi para pelanggan di sektor industri yang menggunakan kendaraan berat seperti di pertambangan.

Simon mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mengembangkan produk Diesel X.

"Produk ini tidak hanya akan memberikan manfaat jangka pendek tetapi juga akan berkontribusi besar dalam mewujudkan visi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi yang berkelanjutan dan inovatif," ujarnya.

Direktur Utama PT KPI, Taufik Aditiyawarman, menyebut bahwa Diesel X merupakan wujud nyata dari komitmen menghadirkan energi yang lebih bersih, efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat dan industri.

"Kilang Balongan telah berhasil melakukan improvement proses produksi hingga berhasil memproduksi Diesel X. Memastikan kualitas dan performa terbaik untuk kendaraan bermesin diesel serta sektor industri lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Digitalisasi Seluruh Bisnis Dukung Target Swasembada Energi Pemerintah

Menurut Taufik, Diesel X akan memberikan manfaat besar, baik dari segi performa mesin, efisiensi bahan bakar maupun pengurangan emisi gas buang.

Diesel X yang dihasilkan dari Kilang Balongan memiliki kandungan rendah sulfur kurang dari 10 ppm.

Saat ini kapasitas Kilang Balongan untuk memproduksi Diesel X mencapai 200 ribu barrel per bulan.

Dan pada momentum peluncuran Diesel X akan dilakukan pengiriman perdana sebanyak 52 ribu barrel untuk sektor industri yaitu, kepada PT Freeport Indonesia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan, inovasi Diesel X yang diproduksi dan dikelola PT KPI merupakan wujud upaya untuk menuju kemandirian energi dalam mendukung swasembada energi yang diprogramkan pemerintah.

Berstandar setara EURO V, menjadikan Diesel X ideal untuk kendaraan alat berat yang digunakan dalam industri pertambangan.

Baca Juga: Kilang Pertamina (KPI) Ajak Masyarakat Kumpulkan Minyak Jelantah Untuk SAF

Selain itu, Diesel X juga menawarkan peningkatan efisiensi bahan bakar sekitar 7 persen.

"Produk ini merupakan hasil sinergi Pertamina Group. Risetnya dilakukan di Laboratorium Research, Technology and Innovation Pertamina. Produksinya di Kilang Pertamina Internasional kemudian dipasarkan melalui Pertamina Patra Niaga," jelas Fadjar.

Selain itu, pada periode Januari 2025, Pertamina juga meluncurkan produk lain yaitu BBM Diesel B40 dan bahan bakar penerbangan, Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang berbahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
Reporter
Camelia Rosa
W
Editor
Wahyu SK