Angka Kepuasan Masyarakat Belum Cerminkan Target Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencapai 80,09 persen, angka tertinggi dalam sejarah menurut survei Litbang Kompas.
Meski demikian, angka kepuasan itu dinilai tidak mencerminkan upaya untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan tingginya angka kepuasan publik hanya untuk mengamankan popularitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka semata.
"Survei ini hanya memotret bagaimana kepuasan rakyat dicapai, bukan bagaimana Indonesia dikelola untuk mencapai Indonesia Emas," ujar Ray dalam keterangannya, Sabtu (25/1/2025).
Baca Juga: Tingkat Kepuasan Pemerintahan Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen, Program Populis Jadi Kunci
Menurutnya, pola menjaga tingkat kepuasan publik terjadi sejak era Presiden Jokowi, yaitu melalui program-program populis seperti bantuan sosial (bansos).
"Cukup dengan bansos atau program populis lainnya, tingkat kepuasan rakyat dapat dikelola di kisaran 70 persen. Pola ini sudah dikembangkan khususnya dalam lima tahun terakhir kepemimpinan Pak Jokowi, dan nampaknya dilanjutkan di era Pak Prabowo," jelasnya.
Meski pola tersebut efektif menjaga angka kepuasan, Ray menilai pendekatan ini mengabaikan persoalan substantif dan prinsipil dalam berbangsa dan bernegara.
"Angkanya memang telak, 80,09 persen. Tapi capaian itu diraih ketika persoalan-persoalan fundamental justru terabaikan," tambahnya.
Dia juga menyoroti, keberlanjutan strategi yang dilakukan tim pendukung Jokowi yang kini mendampingi Prabowo. "Ini seperti kerja berulang. Polanya sama, fokus pada kepuasan rakyat, bukan pada upaya mencapai target besar seperti Indonesia Emas," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







