Komisi VIII: Pentingnya Keterbukaan dalam Pengelolaan Dana Zakat

AKURAT.CO Komisi VIII DPR mengingatkan pemerintah berhati-hati dalam menentukan prioritas penggunaan dana zakat.
Terkait wacana penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
"Dana zakat harus benar-benar digunakan untuk mereka yang berhak. Jangan sampai penggunaannya justru menimbulkan polemik," kata Anggota Komisi VIII, Sigit Purnomo, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Lebih Baik Pakai Dana Cukai Rokok Ketimbang Zakat
Menurut Pasha, sapaan akrabnya, dana zakat harus dikelola dengan mengedepankan prinsip syariah serta transparansi yang akuntabel.
Pasalnya, zakat merupakan amanah umat yang harus digunakan sesuai dengan ketentuan syariah.
"Zakat adalah amanah umat yang harus digunakan sesuai ketentuan syariah. Jika program ini ditujukan kepada mustahik, seperti anak-anak dari keluarga miskin, maka bisa dianggap tepat sasaran," jelasnya.
Karena itu, pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan dana zakat.
"Masyarakat harus tahu ke mana zakat mereka disalurkan. Laporan yang jelas akan meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan zakat," ujar Pasha.
Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Baca Juga: Rencana Penggunaan Dana Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis Seperti Mimpi di Siang Bolong
"Lembaga zakat memiliki pengalaman dan keahlian. Sehingga, sinergi ini penting untuk memastikan dana disalurkan secara efisien," ujar Pasha.
Pasha berharap jika kolaborasi tersebut dijalankan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa melanggar prinsip syariah.
"Jika dijalankan, benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa melanggar prinsip syariah," tutup politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








