Pusat Plasma Nutfah Dukung Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia

AKURAT.CO Duta Besar Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rut Krüger Giverin, mengapresiasi pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rut mengatakan, pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional di IKN akan sangat bermanfaat untuk melestarikan kekayaan biodiversitas di Indonesia.
Pusat Plasma Nutfah Nasional tersebut terletak di Kelurahan Mentawir, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Prabowo Sumbang Lahan Pribadi 20 Ribu Hektare untuk Konservasi Gajah di Aceh
Adapun, pusat plasma ini memiliki luas 93,2 hektare dengan pembangunan fisik sebesar 2,02 persen dari luas total.
Rut menjelaskan, Norwegia juga memiliki lembaga serupa bernama Svalbard Global Seed Vault yang menyimpan koleksi benih dari seluruh dunia.
Dan bertindak untuk melestarikan keanekaragaman hayati global di bidang pertanian serta melindungi berbagai macam benih tanaman pangan.
Baca Juga: Dorong Konservasi Alam, SANF - Asuransi Astra Kolaborasi Penanaman Pohon di Kalimantan Timur
Indonesia dan Norwegia telah membangun kolaborasi yang efektif dalam pengendalian iklim khususnya sektor hutan dan lahan.
Melalui kebijakan Indonesia's FOLU Net Sink 2030, Rut yakin Indonesia dapat terus menjadi pemimpin dunia dalam upaya penurunan emisi khususnya dari perlindungan hutan tropis.
"Pelestarian biodiversitas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya ini," katanya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Baca Juga: Lakukan Konservasi Terumbu Karang di Sabang, Pegadaian Menuju Net Zero Emission
Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional dibagi menjadi empat zona, yaitu Zona A (Kawasan Utama, terdiri dari Biobank, Seedbank, Hub Center, dan Kantor Pendukung), Zona B (Perkampungan Tradisional), Zona C (Kawasan Wisata Edukasi dan Rekreasi) dan Zona D (Kawasan Pendukung Untuk Aktivitas Publik).
Pusat Plasma Nutfah diyakini memiliki berbagai manfaat jangka panjang, antara lain pelestarian keanekaragaman hayati.
Kemudian, mendukung ketahanan pangan dan membantu menghadapi perubahan iklim serta tantangan dalam pertanian.
Selain itu, menjadi sumber penting bagi penelitian ilmiah, memungkinkan pengembangan varietas baru yang lebih tahan terhadap hama, penyakit, dan kondisi lingkungan yang ekstrem.
Pusat Plasma Nutfah juga berkontribusi pada restorasi ekosistem yang terdegradasi dengan menyediakan bahan genetik untuk pemulihan spesies yang terancam punah.
Fungsi lainnya yaitu sebagai tempat edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati. Secara keseluruhan, pusat plasma nutfah berperan penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan di masa depan.
Baca Juga: Pertamina Ajak Generasi Muda Ikut Gerakan Konservasi Energi Melalui Program Sekolah Energi Berdikari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







