Satu Data Tunggal Jadi Pedoman Pemberdayaan Disabilitas

AKURAT.CO Program Satu Data Tunggal yang saat ini dikerjakan Badan Pusat Statistik (BPS) akan menjadi pedoman dalam membuat program pemberdayaan penyandang disabilitas.
"Presiden memerintahkan Badan Pusat Statistik untuk memvalidasi seluruh data-data kementerian, lembaga dan juga tentunya pemerintah daerah. Yang nantinya akan menjadi data tunggal, termasuk data penyandang disabilitas," jelas Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Minggu (1/12/2024).
Ia menegaskan pentingnya pengelolaan data tunggal yang valid untuk memastikan program-program bantuan sosial, termasuk pemberdayaan penyandang disabilitas, lebih tepat sasaran dan efektif.
Menurut Saifullah, perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto terhadap pentingnya data yang akurat menjadi landasan dalam pengambilan kebijakan di Kementerian Sosial.
Baca Juga: Lantik 10.794 Anggota KPPS, KPU Jakpus Libatkan Penyandang Disabilitas Kawal Pilkada Jakarta 2024
"Ada perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto. Saya dan Pak Wamen, selain tidak boleh korupsi di lingkungan Kemensos, juga harus bekerja sesuai data," ujarnya.
Dengan adanya data tunggal ini, diharapkan program-program pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Data tersebut akan menjadi pedoman dalam merancang intervensi yang lebih terarah.
Terutama dalam tiga aspek penting yakni akses kesehatan, pendidikan dan pekerjaan.
Saifullah juga menekankan bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mewajibkan instansi pemerintah dan BUMN untuk merekrut sekurang-kurangnya dua persen pegawai difabel. Sementara untuk sektor swasta ditetapkan sebanyak satu persen.
Baca Juga: Kemenag Tetapkan Syarat Baru bagi Petugas Haji 2025, Fokus pada Layanan Lansia dan Disabilitas
"Kemensos juga akan membuat program yang mempertemukan dunia kerja dengan penyandang disabilitas," katanya.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan aksesibilitas dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas di seluruh sektor kehidupan.
Dengan data yang lebih valid dan terintegrasi, diharapkan penyandang disabilitas dapat semakin berdaya dan mandiri.
Serta dapat berkontribusi lebih maksimal bagi pembangunan nasional.
Baca Juga: Pramono Anung Janji Berikan Modal dan Pelatihan untuk Kaum Disabilitas Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








