Tak Lagi Relevan, Keputusan Prabowo Bubarkan Satgas UU Cipta Kerja Sudah Tepat

AKURAT.CO Keputusan Presiden Prabowo Subianto membubarkan Satuan Tugas (Satgas) UU Cipta Kerja mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Pembubaran ini dinilai sudah tepat, mengingat keberadaan Satgas tersebut dianggap sudah tidak relevan.
"Saya melihat sesuatu yang bagus dan positif tidak perlu dipertahankan jika memang sudah tidak ada gunanya," kata Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, saat dihubungi Akurat.co, Senin (11/11/2024).
Ujang menjelaskan, sejatinya UU Cipta Kerja sudah disahkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), meskipun sempat menuai kontroversi dan mendapat gugatan dari Partai Buruh dan berbagai elemen masyarakat. Meski akhirnya MK mengabulkan sebagian dari gugatan tersebut, menandakan bahwa beberapa pasal memang perlu ditinjau ulang.
Baca Juga: Prabowo Resmi Bubarkan Satgas UU Cipta Kerja Era Jokowi untuk Efisiensi
"Presiden Prabowo diharapkan mampu fokus pada penyelesaian isu-isu lain yang lebih penting dan mendesak bagi kepentingan masyarakat luas, khususnya yang berkaitan dengan dampak dari implementasi UU Cipta Kerja," jelasnya.
Ujang menilai, langkah pembubaran Satgas UU Cipta Kerja sebagai bentuk komitmen Presiden Prabowo untuk mengefisiensikan kinerja pemerintahan.
"Dari pernyataan Pak Prabowo terkait pembubaran Satgas, saya melihat itu keputusan yang bagus. Karena buat apa juga dipertahankan kalau memang tidak ada pekerjaan lagi yang harus dilakukan," tegasnya.
Menurutnya, langkah ini mencerminkan kebijakan yang tegas dan efektif dari Presiden. Kebijakan ini juga dianggap sejalan dengan prinsip efisiensi dalam pemerintahan, memastikan bahwa setiap lembaga yang ada benar-benar memiliki peran yang jelas dan produktif.
"Masyarakat pun menantikan langkah-langkah lanjutan dari pemerintah terkait penyempurnaan UU Cipta Kerja, khususnya pada pasal-pasal yang telah disoroti oleh berbagai pihak," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







