Akurat

Sejarah dan Peran TNI dalam Melindungi Kedaulatan Bangsa

Eko Krisyanto | 30 September 2024, 14:10 WIB
Sejarah dan Peran TNI dalam Melindungi Kedaulatan Bangsa

AKURAT.CO Dilansir dari laman Puspen TNI, Senin (30/9/2024), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dibentuk untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan Belanda. Cikal bakal TNI adalah Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang didirikan setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Pada 5 Oktober 1945, BKR kemudian diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan pada tahun berikutnya diadaptasi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) agar lebih selaras dengan struktur militer internasional.

Untuk memperkuat kekuatan militer Indonesia, pada 3 Juni 1947, Presiden Soekarno meresmikan pembentukan TNI.

Tujuannya adalah menggabungkan TRI, sebagai tentara reguler, dengan berbagai kelompok perjuangan rakyat agar kekuatan bersenjata Indonesia semakin kokoh dalam mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tanggapi Santai Alat Peraga Kampanyenya Dirusak

Peran TNI dalam Perang Kemerdekaan

Selama Perang Kemerdekaan (1945-1949), TNI berperan sebagai tentara rakyat dan revolusi, meskipun menghadapi banyak tantangan.

Di dalam negeri, pengaruh kelompok komunis menjadi salah satu ancaman, sementara dari luar, agresi militer Belanda terus berlanjut.

Untuk mengatasi ancaman ini, bangsa Indonesia melaksanakan strategi Perang Rakyat Semesta yang melibatkan seluruh kekuatan, termasuk TNI dan masyarakat, dalam mempertahankan kemerdekaan.

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) di akhir 1949, Republik Indonesia Serikat (RIS) terbentuk, dan TNI bergabung dengan Angkatan Perang RIS (APRIS).

Baca Juga: Andrew Andika Ditangkap karena Narkoba, Tengku Dewi Tetap Gas Gugat Cerai

Namun, setelah RIS dibubarkan pada Agustus 1950, Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, dan APRIS berubah menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Pada masa ini, TNI menghadapi tantangan politik yang memengaruhi struktur dan operasionalnya, termasuk campur tangan partai politik dalam militer.

Perubahan Struktur dan Tantangan di Era 1960-an

Pada 1960-an, TNI bergabung dengan kepolisian dan membentuk Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Meskipun integrasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas pertahanan negara, TNI tetap menghadapi tantangan besar, terutama dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Krisis politik mencapai puncaknya pada peristiwa kudeta G30S/PKI yang berhasil diatasi oleh TNI.

Setelah peristiwa tersebut, TNI melakukan reformasi internal, termasuk pemisahan Polri dari ABRI dan penyesuaian doktrin serta hubungan yang lebih baik dengan masyarakat.

Peran TNI Saat Ini

Hingga saat ini, TNI tetap berkomitmen menjalankan peran sebagai alat pertahanan negara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004.

Tugas utama TNI adalah menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah Indonesia, serta melindungi bangsa dari berbagai ancaman.

TNI terus melakukan reformasi internal agar dapat menjawab tantangan zaman dan tetap relevan dalam membangun Indonesia yang lebih baik, berdaulat, dan aman. (Salma Nuralifa Meida Hartanto)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.