Catatan AMSI untuk Prabowo-Gibran Soal Kemerdekaan Pers

AKURAT.CO Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) memberi catatan khusus kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka soal komitmennya untuk terus menegakkan kemerdekaan dan kebebasan pers.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan, saat ini pers sudah punya kelembagaan yang kuat untuk menghindari terjadinya kesewenang-wenangan.
Menurut Wahyu, komitmen Prabowo-Gibran akan terwujud selama pemerintah tidak punya keinginan untuk mengotak-atik Undang-Undang Pers yang menjadi pondasi utama berdirinya kebebasan pers.
Baca Juga: Edward Hutahaean Divonis 5 Tahun Penjara dan Dihukum Bayar Uang Pengganti USD1 Juta
"Pada dasarnya kita lihat kelembagaan perlindungan kebebasan pers kita lumayan kuat kecuali pers kita direvisi, maka harusnya tidak perlu ada kekhawatiran karena presiden pelaksana Undang-Undang," kata Wahyu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Namun jika pemerintah melakukan sebaliknya, Wahyu mengatakan, hal itu justru akan menjadi ancaman bagi pers yang merupakan pilar keempat demokrasi.
"Kalau memang ada upaya mengubah Undang-Undang Pers, di situ kita wajar merasa khawatir, kalau tidak ada upaya itu kita yakin media kita akan terus berkembang," ujarnya.
Di sisi lain, Wahyu juga mengingatkan kepada seluruh perusahaan media dan insan-insan pers untuk mempertahankan konten-konten yang berkualitas.
"Cuma memang di tengah disrupsi digital media-media perlu melihat kembali model bisnisnya dan relasinya dengan platform, dan itu yang dilakukan oleh AMSI salah satunya perpres publisher rights, peraturan perangkat lain, supaya bisnis media siber bisa sustainable, berkesinambungan dan itu dengan konten-konten media jurnalistik yang berkualitas," pungkasnya.
Jauh sebelumnya, Prabowo Subianto menilai kebebasan pers sangat berperan untuk menjadi penyeimbang dalam sistem demokrasi, bahkan bisa menjadi alat untuk mengendalikan penguasa.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Dialog Capres yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN).
"Kebebasan pers itu adalah check and balance, itu untuk mengendalikan penguasa," kata Prabowo di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/1/2024).
Prabowo juga meminta pers untuk bersikap lebih kritis dan keras terhadap penguasa. Hal ini untuk menunjukkan bahwa masih ada masalah yang terjadi di Indonesia.
"Kebebasan pers yang dinamis, pers yang kalau perlu keras, terkadang sakit hati kita kalau baca, tetapi itu mengendalikan kita, itu memberi tahu kita there’s something wrong ada masalah di negara kita,” ucapnya.
Prabowo menegaskan, dirinya merupakan seseorang yang mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Ia pun berkomitmen untuk terus memperjuangkan demokrasi jika dirinya terpilih di Pemilu 2024.
“Saudara-saudara saya orang yang percaya dengan demokrasi. Saya kira saya sudah buktikan komitmen saya terhadap demokrasi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








