Banyak Serangan Siber, Roy Suryo Sebut Kominfo Cuma Bisa Plonga-Plongo
Atikah Umiyani | 26 Juni 2024, 13:36 WIB

AKURAT.CO Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, dinilai tidak bisa bekerja. Hal ini ditandai dengan rentetan kasus serangan siber yang menyasar data-data milik pemerintah.
Ada beberapa kasus serangan siber yang belakangan menjadi sorotan, seperti peretasan server Pusat Data Nasional (PDN) yang berdampak langsung pada 210 data instansi pemerintah.
Terbaru, muncul dugaan kebocoran data milik Badan Intelijen Strategi Indonesia (BAIS) hingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diperjualbelikan dalam situs gelap atau dark web senilai USD7.000.
Pemerhati Telematika dan Multimedia, Roy Suryo pun merasa tercengang melihat sikap Kominfo yang menurutnya tidak bisa berbuat apa-apa terhadap sejumlah rentetan peretasan yang terjadi di dalam negeri.
"Benar-benar speechless, alias tidak bisa berkata-kata lagi melihat keluguan para pemangku kebijakan teknologi IT Indonesia, dalam hal ini Kemkominfo," kata Roy kepada wartawan, Rabu (26/6/2024).
"Sangat tampak hanya bisa Ela Elo (Gela gelo) alias plonga-plongo saja menghadapi kondisi BAIS-TNI dan Kemenhub yang diretas dan ditawarkan data-datanya di dark web," sambungnya.
Baca Juga: Serangan Balon Sampah Korea Utara Membuat Bandara Incheon Korea Selatan Menutup Landasan Pacu
Roy pun mendesak Kominfo untuk jujur dan tidak sembarang mengatakan bahwa data yang diretas sedang masa pemulihan. Sebab, ia meyakini, sebenarnya data tersebut masih dikunci oleh peretas yang meminta tebusan hingga Rp131 miliar.
"Kominfo harus jujur, jangan anggap orang Indonesia semua lugu seperti mereka itu, karena seluruh data di PDN tersebut sebenarnya sekarang masih dalam posisi terenkripsi alias dikunci oleh hacker yang meminta tebusan USD8 juta," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








