Litbang Kompas: Publik Yakin Prabowo-Gibran Bisa Jadikan Indonesia Lebih Baik

AKURAT.CO Hasil Survei Litbang Kompas terbaru menunjukkan, masyarakat yakin Prabowo-Gibran dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan lebih baik, daripada yang pernah ditorehkan selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebanyak dua pertiga bagian publik atau 68,5 persen responden survei tersebut menunjukkan, publik percaya pemerintahan yang baru nanti mampu mengatasi masalah terkait perekonomian masyarakat. Seperti ketersediaan lapangan pekerjaan, persoalan pemenuhan dan ketergantungan produk pangan.
Mayoritas responden juga meyakini, berbagai masalah makro ekonomi hingga persoalan pemenuhan kebutuhan ekonomi riil yang menjadi keseharian masyarakat akan menjadi lebih baik.
"Beragam problem kehidupan perekonomian masyarakat, seperti ketersediaan lapangan pekerjaan, persoalan pemenuhan dan ketergantungan produk pangan, hingga program makan siang gratis, diyakini akan berjalan baik,” tulis Litbang Kompas dalam surveinya yang dikutip dari Kompas.id, Sabtu (22/6/2024).
Baca Juga: Prabowo Dianugerahi Bintang Bhayangkara Utama: Suatu Kehormatan Bagi Saya
Selain itu, survei turut menunjukkan tingkat kepercayaan publik bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran mampu mendorong Indonesia menjadi lebih baik dalam beberapa aspek.
Sebanyak 83,6 persen responden yakin Prabowo-Gibran dapat meninggikan martabat bangsa Indonesia di mata dunia internasional; 83,6 persen yakin pertahanan negara akan semakin kuat dan 69,0 persen percaya swasembada pangan akan terealisasi.
Kemudian, sebanyak 67,6 persen yakin nilai tambah pengolahan hasil alam (hilirisasi) akan meningkat; 64,8 persen percaya pemberantasan korupsi dan 62,4 persen yakin lapangan pekerjaan bertambah.
Tidak hanya itu, 72,4 persen responden yakin pemerintahan Prabowo-Gibran mampu menyelesaikan pembangunan IKN. "Khusus terkait program pemberian makan siang gratis, misalnya, lebih dari separuh (57,3 persen) meyakini akan terwujud." demikian kian hasil survei Litbang Kompas.
Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 27 Mei-2 Juni 2024. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.
Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian kurang lebih 2,83 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Survei tersebut dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 10Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto







