Antisipasi, Kementan Persiapkan Kondisi Musim Kering di Lahan Pertanian

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pentingnya pengisian air bagi lahan-lahan pertanian, terutama di sejumlah zona kering seperti Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan sebagian Pulau Sulawesi.
Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, posisi Indonesia akan memasuki musim kering panjang dalam beberapa bulan ke depan.
Meski demikian, dia mengatakan, tahun ini tidak akan ada fenomena El Nino karena di sebagian wilayah mulai turun hujan.
Baca Juga: Percepat Pengembangan Merauke Jadi Lumbung Pangan, Mentan Amran Maksimalkan Penggunaan Teknologi
"Tidak ada El Nino bukan berarti kita abai dengan kekeringan. Kita tetap harus waspada dengan memenuhi kebutuhan air bagi lahan-lahan pertanian," ujar Dwikorita dalam keterangannya.
Dwikorita mengatakan, saat ini sesuai dengan prediksi BMKG, sebagian wilayah Indonesia sudah memasuk musim kemarau hingga 19 persen.
Bahkan di Sulawesi sifat kekeringannya lebih tajam dari sebelumnya.
"Sifat hujan di zona kemarau ini terutama di sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur. Sementara, di Sulawesi sifat hujannya lebih kering dari kemaraunya," jelasnya.
Dwikorita mengimbau para petani dan masyarakat pada umumnya dapat melakukan penampungan air atau memanen air dengan cara menyimpannya di tandon atau waduk kecil, sehingga bisa dialirkan ke lahan pertanian maupun penggunaan lainnya.
Baca Juga: Mentan Gandeng Himpuni Guna Wujudkan Swasembada Pangan
"Mohon kepada masyarakat agar melakukan panen hujan yang ada dengan tandon atau embung. Semoga musim kering ini bisa kita lalui dengan sikap waspada dan juga siaga agar jangan menimbulkan bencana apapun," pesannya.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Pertanian terus melakukan upaya antisipasi kondisi musim kering melalui pemenuhan air dengan program dan solusi cepat pompanisasi yang diambil dari sungai-sungai besar Indonesia.
Cara ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas, sehingga pangan dalam negeri dalam posisi aman.
Baca Juga: Mentan Ingatkan Distributor dan Pengecer Pupuk: Jangan Persulit Urusan Pangan
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak para petani di seluruh daerah untuk memanfaatkan program pompanisasi yang disiapkan dalam mengantisipasi musim kering panjang.
Menurut Mentan, pompanisasi bisa memperkuat perekonomian desa menjadi lebih kuat dan produktif.
"Satu pompa bisa melayani 50 sampai 100 hektare. Bayangkan kalau 10 ribu pompa bisa melayani 50 hektare saja per pompa, itu artinya bisa 500 ribu hektare. Dan kalau 500 ribu hektare ini bisa menghasilkan 1,5 juta ton, itu berarti akan meningkatkan pendapatan petani 15 triliun per tahun. Artinya apa? ekonomi bergerak di desa," Mentan menerangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat






