Kurangi Risiko Kecelakaan, DPR Dukung Pemerintah Hapus Kegiatan Study Tour Sekolah
AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mendukung jika pemerintah menghapus kegiatan study tour sekolah untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan yang menelan korban.
Hal ini disampaikan Dede merespons sikap sejumlah daerah yang melarang study tour usai adanya insiden kecelakaan yang menimpa rombongan bus study tour SMK Lingga Kencana Depok di Ciater, Subang, dan menyebabkan 11 orang tewas.
"Saya sepakat dan setuju. Kalaupun saya juga adalah pemerintahan daerah, pasti saya akan mengurangi risiko. Karena kalau domainnya melarang study tour atau tidak itu nanti melalui peraturan menteri," kata Dede kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Jumat (17/5/2024).
Baca Juga: Dinas Pendidikan DKI Jakarta Larang Sekolah Adakan Study Tour ke Luar Kota
Dede mengatakan, dalam waktu dekat DPR akan melakukan pemanggilan terhadap Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membahas sejumlah persoalan terkini, salah satunya mengenai kegiatan study tour.
"Kita akan review apakah study tour masuk di dalam kurikulum atau tidak. Apakah bisa diganti dengan yang lainnya, yang terkait dengan kemampuan siswa nanti di dalam representasi masa depan yang lebih jauh lagi," ujarnya.
Lagi pula, politisi Partai Demokrat itu menilai kegiatan study tour sekolah banyak yang tidak memiliki kaitan dalam hal pendidikan, sebab murni sebagai kegiatan wisata. Karenanya, dia pun akan mengkaji ulang mengenai study tour ini.
Baca Juga: Pemprov Jabar Terbitkan Surat Edaran Soal Study Tour, Kesiapan Kendaraan Jadi Poin Penting
"Kalau kayak kemarin kan ya Ciater itu wisata. Enggak ada korelasinya sama study. Jadi ini semua harus kita bahas dan menurut saya untuk saat ini saya sepakat dengan pemerintah daerah melarang, daripada ada kejadian-kejadian lain," tuturnya.
Apalagi, Dede menilai banyak orang tua murid yang terbebani dengan biaya-biaya study tour yang terkesan dipaksakan.
"Kadang-kadang ada dari Jakarta study tour ke Bali. Mau ngapain? Kejauhan, biaya tinggi, dan bebankan ortu. Dan orang tua enggak bisa nolak, karena dalam tanda kutip ada semi paksaan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







