AKURAT.CO Hubungan diplomasi antara satu negara dengan negara lainnya biasanya terbentuk berdasarkan kesamaan yang dimiliki oleh kedua negara tersebut.
Seperti kesamaan wilayah teritorial layaknya hubungan Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara hingga kesamaan paham/ideologi layaknya Republik Rakyat Cina dengan Rusia maupun Korea Utara.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, beberapa ahli dan ilmuwan mulai mengkritik pendekatan terdahulu terkait terbentuknya sebuah hubungan diplomatik antarnegara.
Mereka menilai bahwa latar belakang berjalannya hubungan antarnegara tidak harus memiliki landasan filosofis yang abstrak.
Baca Juga: IKN Nusantara sebagai Tri-City Baru di Dunia
Mereka menilai bahwa pendekatan praktis nan realistis adalah diplomasi yang lebih menguntungkan.
Henry Kissinger, seorang politikus sekaligus diplomat asal Amerika Serikat adalah salah satu tokoh yang cukup terkenal dengan praktik pragmatic diplomacy-nya.
Konsep pragmatic diplomacy menekankan pentingnya penilaian yang realistis terhadap keadaan politik, ekonomi dan keamanan internasional dalam merancang kebijakan luar negeri.
Ini berbeda dengan pendekatan yang didasarkan pada ideologi atau prinsip-prinsip moral yang mutlak.
Dalam praktiknya, pragmatic diplomacy sering kali melibatkan negosiasi dengan negara-negara yang mungkin memiliki perbedaan ideologis atau nilai-nilai politik dengan tujuan mencapai kesepakatan atau solusi yang menguntungkan semua pihak.
Baca Juga: Catat Ini 25 Daftar Instansi dan Rincian ASN yang Siap Pindah ke IKN
Pragmatisme sebagai prinsip dalam menentukan kebijakan luar negeri ini merupakan strategi yang cukup jitu untuk menghadapi tantangan di abad ke-21 ini.
Tentunya praktik terminologi ini memiliki kekurangan dan kelebihan.
Untuk menguraikan hal tersebut akan ditampilkan pada bagian kedua serta implikasinya terkait IKN Nusantara di bagian berikutnya. (Baginda Sunan Hilmy)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









