AKURAT.CO Calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat Ingrid Kansil berupaya memperjuangkan nasib mantan orang dengan gangguan jiwa (ODGD). Menurutnya, mereka memiliki hak yang sama untuk bertahan hidup.
Sebagai caleg di Dapil Jawa Barat (Jabar) VI yang meliputi Kota Bekasi dan Depok, Ingrid terus menyapa masyarakat di dua kota tersebut. Kali ini, ia memilih Bekasi untuk mensosialisasikan program-programnya menuju ke Senayan.
Tepatnya, Ingrid mengunjungi Yayasan Zamrud Biru, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jumat (26/1/2024). Di bangsal yayasan tersebut, terdapat 125 ODGJ yang direhabilitasi agar kembali sehat.
Baca Juga: Pimpinan Muhammadiyah Desak Jokowi Cabut Pernyataan Presiden Boleh Kampanye dan Memihak
"Dalam lawatan politik ke kota Bekasi, saya berkesempatan hadir ke yayasan sosial yang merupakan pondok rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa," ujar Ingrid dalam siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (28/1/2024).
Hatinya sedih saat melihat para ODGJ yang berjuang untuk sembuh. Namun, ada rasa bangga dalam dirinya, karena Yayasan Zamrud Biru berhasil membantu banyak ODGJ hingga sembuh.
Ingrid mengapresiasi Suhartono selaku pendiri Yayasan Zamrud Biru karena telah mendedikasikan hidupnya untuk menyembuhkan para ODGJ. "Hal tersebut merupakan capaian hebat bagi sebuah gerakan organik yang diinisiasi oleh masyarakat," pujinya.
Baca Juga: Ingin UMKM Naik Kelas, Kelompok Usaha Warga Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran
Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat ini sempat berbincang dengan Suhartono dan beberapa ODGJ. Ia pun menerima aspirasi dari mereka tentang keberlanjutan hidup para ODGJ yang telah sembuh total dan siap kembali ke masyarakat.
Sebab, tantangan bagi eks ODGJ adalah bertahan hidup. Dengan status ODGJ, mereka sulit mendapat rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Belum lagi, pandangan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.
"Saya menyerap keluh kesah mereka tentang bagaimana kelanjutan hidup, mencari pemasukan untuk hidup karena keterbatasan mereka sebelumnya. Lapangan pekerjaan dan lahan wirausaha menjadi sangat sulit untuk mereka dapatkan," ungkap Ingrid.
Baca Juga: Alam Ganjar Tekankan Kepercayaan Diri Generasi Muda Sebagai Modal Awal Pembangunan Bangsa
Padahal, penyandang disabilitas mental merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Artinya, mereka memiliki hak konstitusional yang sama.
Sebab itu ia meminta agar Pemerintah bersungguh-sungguh menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Karena dengan hal ini, negara bisa memberika hak yang sama kepada warga negaranya.
"Saya melihat betapa pentingnya fasilitasi Pemerintah untuk bisa mendorong determinasi 30 persen bagi komunitas disabilitas. Sehingga mereka dapat kembali produktif sebagai bagian dari komunitas masyarakat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








