Covid-19 Kembali Eksis di Amerika, Singapura dan Malaysia, Bagaimana dengan Indonesia?

AKURAT.CO Covid-19 kini kembali menjadi perbincangan hangat usai Amerika, Singapura dan Malaysia kembali berhadapan dengan virus yang pertama kali muncul pada akhir 2019 itu.
Covid-19 yang kembali melanda Amerika dan Singapura merupakan kasus dengan strain baru Covid-19 yaitu EG.5. Di Amerika sendiri, per Agustus 2023, strain EG.5 telah menyumbang 17 persen dari total kasus.
Sedangkan di Singapura per 19-25 November 2023 kasus Covid-19 meningkat hingga dua kali lipat. Mulanya kasus Covid-19 hanya berjumlah 10.726, namun seminggu setelahnya meningkat menjadi 22.094 kasus.
Lalu Apa Itu Strain EG.5?
Dikutip dari laman X, Profesor Zubairi Djoerban, EG.5 merupakan varian baru Covid-19 yang berkaitan erat dengan varian XBB.
EG.5 mempunyai satu mutasi yang bisa menghindari kekebalan tubuh yang dibentuk karena terinfeksi maupun vaksinasi.
Baca Juga: Berbagai Fakta Tentang Lonjakan Kasus Pneumonia di China, Jadi Covid-19 Jilid 2?
Varian EG.5 ini memiliki peningkatan jumlah kasus yang cepat tapi jumlah kasusnya saat ini masih cukup rendah. Namun demikian, peningkatan kasus yang cepat perlu menjadi perhatian sendiri.
Menurut ahli virologi Amerika Serikat, peningkatan kasus EG.5 disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh masyarakat, mengingat booster yang diberikan untuk mencegah Covid-19 sudah cukup lama diterima masyarakat.
Hal itu pun diamini oleh Menteri Kesehatan Singapura yang juga mengatakan hal serupa. Bahkan Menteri Kesehatan Singapura menganjurkan agar masyarakat menerima penambahan dosis vaksin Covid-19.
Sedangkan untuk kasus Covid-19 di Malaysia, varian virusnya adalah empat varian Omicron baru. Di Malaysia sendiri terjadi peningkatan kasus mencapai 57 persen yakni dari 2.305 kasus menjadi 3.626 kasus per 12-18 November 2023. Sebagian besar kasus tersebut terjadi pada kelompok usia 20-40 tahun.
Tingkat penerimaan pasien Covid-19 pun meningkat dari 2 menjadi 2,9 persen per 100.000 penduduk dengan klaster penyumbang terbesar kasus Covid-19 adalah sektor pendidikan.
Lalu bagaimana dengan kasus Covid-19 di Indonesia, mengingat Singapura dan Malaysia merupakan tetangga Indonesia?
Pada 4 Desember 2023, melalui cuitan di X, Profesor Zubairi Djoerban yang merupakan seorang ahli Hematologi-Onkologi Indonesia, mengaku telah menangani tiga pasien baru Covid-19.
Baca Juga: Pandemi Covid-19, Belajar Dari Pengalaman Dan Pelajaran Untuk Masa Depan
"Sebagai informasi, seminggu ini saya ada 3 pasien baru Covid-19 yang berkonsultasi kepada saya," tulis Profesor Zubairi di akun X @ProfesorZubairi.
Ia juga mengatakan bahwa di Jakarta telah terjadi kenaikan pasien Covid-19, bahkan terdapat pasien yang sedang dirawat di ICU.
"Kemarin saya share informasi berkaitan dengan jumlah kasus Covid-19 yang naik di Singapura kepada teman-teman dokter," tulisnya.
"Saya mendapatkan respons bahwa ternyata di Jakarta juga terjadi kenaikan pasien, bahkan ada yang sedang di ICU. Jadi memang sepertinya mulai meningkat. Lagipula Singapura dekat dengan indonesia dan warga kita juga banyak yang mengunjungi Singapura. Kita tahu penularan covid-19 adalah lewat udara. Jadi mestinya ada kemungkinan kalau di Indonesia juga ada," jelasnya.
Profesor Zubairi mengatakan bahwa informasi yang disebarkannya itu bukan untuk membuat panik masyarakat Indonesia tapi sebagai antisipasi agar masyarakat Indonesia bisa lebih berhati-hati demi mencegah lonjakan kasus Covid-19 lagi.
"Bukan untuk menakut-nakuti dan bikin panik. Apalagi kalau sudah vaksinasi. Tapi ini sebagai pengingat untuk semua (termasuk saya) agar tetap menjaga kesehatan," jelasnya.
Profesor Zubairi pun mengingatkan masyarakat Indonesia untuk lebih berhati-hati, terlebih saat ini memasuki musim liburan akhir tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







