Buka Loker Untuk Fresh Graduate, Ketahui Sejarah Panjang PT Freeport Indonesia

AKURAT.CO PT Freeport Indonesia membuka lowongan kerja bagi lulusan baru atau fresh graduate di jenjang Diploma IV, S1 dan S2.
Lowongan kerja di PT Freeport Indonesia terbuka untuk fresh graduate dari berbagai jurusan, dengan salah satu persyaratan bersedia di tempatkan di wilayah Papua.
Baca Juga: Fresh Graduate Merapat! Ini Syarat Dan Cara Daftar Kerja Di PT Freeport Indonesia
PT Freeport Indonesia merupakan afiliasi langsung dari Freeport yang berasal dari Amerika Serikat, yakni Freeport-McMoran. Praktik yang dilakukan perusahaan tersebut yaitu penambangan dari berbagai sumber daya alam, seperti tembaga, emas, dan perak.
Sebelum melakukan pendaftaran kerja, perlu mengetahui bagaiamana sejarah berdirinya PT Freeport Indonesia sebagai berikut.
Sejarah PT Freeport Indonesia
Penandatanganan kontrak karya selama kurun waktu 30 tahun antara pemerintah Indonesia dan Freeport menjadi awal dari sejarah Freeport di Indonesia. Pada 1967, Presiden Soeharto mengeluarkan UU Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.
Lalu pada 7 April 1967, Freeport berhasil masuk ke Indonesia. Dalam kontrak yang pertama kali dikeluarkan, Freeport mendapatkan keistimewaan bebas pajak selama tiga tahun, pemotongan pajak sebesar 35 persen untuk 7 tahun setelahnya dan bebas dari pajak atau royalti selain 5 persen pajak penjualan.
Pada 1989, pemerintah Indonesia mengeluarkan izin eksplorasi tambahan untuk 61.000 hektar. Dan kemudian pada 1991, penandatanganan kontrak karya baru dikeluarkan untuk masa berlaku 30 tahun berikut dua kali perpanjangan 10 tahun. Dengan kontrak karya Freeport baru akan habis tahun 2039.
Baca Juga: Lowongan Kerja Sekretariat Wapres RI Dibuka, Cek Syarat Dan Posisinya
Namun pada 2018, Pemerintah Indonesia keberatan akan hal tersebut dan berhasil menekan Head of Agreement dengan Freeport. Sebuah perjanjian awal untuk mengusai kendali Freeport ke pangkuan Indonesia.
Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa perusahaan tersebut telah menjadi milik Indonesia dari sebelumnya dikuasai Amerika Serikat.
"Saya baru saja ke Tembagapura melihat Freeport dan perlu saya sampaikan kepada para senior, para sesepuh, bahwa Freeport sekarang ini mayoritas sudah milik Indonesia, bukan milik perusahaan AS lagi," ujar Jokowi pada Selasa (11/10/2022) silam.
Dia juga menjelaskan saat ini sebanyak 98 persen karyawan Freeport merupakan warga negara Indonesia (WNI), yang 40 persen di antaranya masyarakat Papua.
Dengan kepemilikan yang dikuasai Pemerintah Indonesia, Freeport memberikan keuntangan berlipat ganda kepada Indonesia dibandingkan sebelum divestasi. Total saat ini sebanyak 70 persen dari pendapatan Freeport menjadi milik Pemerintah Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







