Relokasi Warga Rempang, Pilihan Tunggal BP Batam

AKURAT.CO Badan Pengusahaan (BP) Kota Batam tak memiliki pilihan lain kecuali merelokasi warga Pulau Rempang, karena terikat nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), dengan perusahaan dari Tiongkok, Xinyi Glass Holdings Ltd, selaku salah satu investor di Rempang. BP Batam bakal menghadapi konsekuensi hukum apabila tidak melakukan relokasi.
Komisioner Komnas HAM, Putu Elvina menyebutkan, hal itu didapat dari keterangan BP Batam ketika tim dari komnas melakukan penyelidikan ke lapangan. BP Batam tetap mengupayakan relokasi hingga tenggat waktu 28 September 2023.
“Karena akan menimbulkan konsekuensi hukum bagi BP Batam jika relokasi tidak dilakukan, jadi BP Batam akan tetap merelokasi warga pada 28 September, sesuai tenggat waktu perjanjian,” kata Putu, dalam konferensi pers, di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Jumat (22/9/2023).
Baca Juga: Komnas HAM Minta PSN Rempang Ditinjau Ulang, Pabrik Solar Digeser
Berdasarkan hasil penelusuran komnas, warga menolak direlokasi sekalipun pembanguan pabrik oleh perusahaan produsen kaca membahayakan kesehatan. Sekalipun begitu, BP Batam telah menetapkan titik relokasi dengan jarak 5 kilometer dari lokasi PSN.
“BP Batam ingin merelokasi ke sekitar 5 Km dari lokasi PSN, lokasinya dekat dengan pantai dan warga akan tetap bisa melakukan aktivitas seperti sebelumnya, warga mendapatkan ganti rugi dan rumah yang layak. Sementara hunian permanen itu belum tersedia, warga akan dapat sewa rumah dan biaya hidup sampai pembangunan selesai,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







