AKURAT.CO Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asyari menganggap pengaduan Bawaslu terkait sistem informasi pencalonan (Silon) ke DKPP sudah personal. Bawaslu tidak memperkarakan KPU sebagai lembaga tetapi ketua dan seluruh komisionernya.
Menurut Hashim, adanya unsur personal dapat dilihat dari petitum Bawaslu yang meminta DKPP memberhentikan sementara seluruh komisioner dan Ketua KPU. Padahal, persoalan Silon seharusnya masalah kewenangan lembaga, bukan orang per orang.
"Kami diadukan ke sini sebagai pribadi bukan lembaga," ujar Hasyim di ruang sidang DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2023).
Baca Juga: Jalani Sidang, Ketua KPU RI Boyong Jajaran Geruduk DKPP
Hashim menganggap petitum Bawaslu sudah mempertegas persoalan Silon menjadi masalah personal, bukan dilihat secara objektif.
"Kalau kemudian di persidangan ini, misalkan seolah-olah nanti akan dapat dipenuhi dibukanya data-data dan dokumen infromasi, salah tempat menurut saya, karena bukan di sini forumnya," ungkapnya.
Dirinya mengingatkan, KPU tidak pernah mengeluhkan adanya pelaporan ke DKPP. Bahkan KPU bersikap kooperatif menjalani perkara etik. Begitu pula dengan persidangan di Bawaslu, KPU selalu kooperatif.
Baca Juga: Anggaran KPU Untuk Pemilu 2024 Rp28 Triliun, Bawaslu Rp11 Triliun
"Kalau saudara-saudara mengadukan kami di sini, berarti kan kami sebagai pribadi-pribadi bukan lembaga. Kalau kami diadukan sebagai lembaga, bahkan dipanggil sidang perkara di Bawaslu sebagai lembaga kami di KPU selalu hadir," keluhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








