Akurat Logo

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pramono Minta RSUD dan Puskesmas Siaga

Okto Rizki Alpino | 16 Oktober 2026, 22:15 WIB
Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pramono Minta RSUD dan Puskesmas Siaga
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). - Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meminta jajaran Dinas Kesehatan meningkatkan kesiagaan menyusul memburuknya kualitas udara di Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

Dia menginstruksikan rumah sakit dan puskesmas, untuk bersiap menghadapi kemungkinan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Jakarta memiliki 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.

Baca Juga: Asap Karhutla Masuk Jakarta, BPBD Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

"Sekarang ini dalam dua tiga hari kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk. Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Dinas Kesehatan, terutama Rumah Sakit dan Puskesmas untuk bersiap diri," kata Pramono di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).

Jakarta memiliki ratusan alat pemantau emisi. Menurut dia, data dari perangkat tersebut dapat digunakan untuk memantau kondisi lingkungan, selain informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk," ujarnya.

Baca Juga: Baru Diresmikan, Masjid Apung An-Nur di Ancol Jadi Landmark Baru Jakarta

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul masuknya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke wilayah Jakarta.

Ketua Pelaksana BPBD Jakarta, Marulitua Sijabat, meminta masyarakat memantau informasi kualitas udara secara berkala. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 untuk mengurangi paparan polutan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk memantau informasi kualitas udara secara berkala, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi memburuk dan menggunakan masker N95/KN95," kata Marulitua.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.