47 Rumah Warga Tangerang Selesai Direnovasi, Program Bebenah Kampung Hadirkan Hunian Lebih Layak

AKURAT.CO Sebanyak 47 warga di Desa Rawa Burung dan Desa Belimbing, Kabupaten Tangerang, Banten, menerima rumah yang telah selesai direnovasi melalui Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni yang digagas Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Program tersebut menyasar 25 penerima manfaat di Desa Rawa Burung dan 22 penerima manfaat di Desa Belimbing. Rumah yang telah direnovasi secara resmi diserahkan kepada masing-masing keluarga melalui prosesi simbolis penyerahan kunci.
Program Bebenah Kampung menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih aman, kokoh, sehat, dan layak ditempati.
Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Edisheen, mengatakan, perbaikan rumah diharapkan dapat memberikan perubahan nyata terhadap kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
“Program Bebenah Kampung merupakan bagian dari kepedulian sosial Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada masyarakat. Kami berharap rumah yang telah direnovasi ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat,” kata Edisheen, Kamis (20/8/2026).
Menurut dia, pembangunan rumah tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan. Lingkungan tempat tinggal yang lebih layak juga diharapkan mendukung kesehatan, kesejahteraan keluarga, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bantuan ini kami harapkan tidak hanya dilihat sebagai pembangunan fisik rumah. Ada semangat kepedulian dan kebersamaan di dalamnya. Semoga rumah yang lebih baik juga membawa harapan dan semangat baru bagi keluarga yang menempatinya,” ujarnya.
Kegiatan serah terima berlangsung dalam suasana hangat. Para penerima manfaat mengikuti rangkaian kegiatan hingga prosesi penyerahan kunci rumah yang menjadi penanda selesainya proses renovasi.
Salah seorang penerima manfaat, Mamat, mengaku kondisi rumah keluarganya kini jauh lebih baik dibandingkan sebelum direnovasi. Perbaikan terutama dirasakan pada bagian atap dan fasilitas sanitasi.
“Alhamdulillah, rumah kami sekarang atapnya sudah tidak bocor lagi dan punya kamar mandi yang lebih baik,” ujar Mamat.
Perubahan tersebut menjadi penting karena rumah yang layak bukan sekadar memberikan perlindungan dari panas dan hujan, tetapi juga mendukung kehidupan keluarga yang lebih sehat.
Baca Juga: Cita Rasa Nusantara ala Apéritif dalam Fine Dining di Bali
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat





