LPDP Jakarta Jangan Ganggu Program KJP Plus dan KJMU

AKURAT.CO Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta agar rencana program beasiswa LPDP Jakarta tidak mengganggu keberlanjutan bantuan pendidikan yang telah berjalan, seperti KJP Plus dan KJMU.
Justin menilai, wacana mengirim putra-putri terbaik Jakarta untuk melanjutkan studi ke luar negeri merupakan langkah positif.
Program tersebut dinilai tidak hanya membantu pelajar meraih cita-cita, tetapi juga berpotensi melahirkan sumber daya manusia unggul yang dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman untuk membangun Jakarta.
“Wacana mengirimkan beberapa anak terbaik kita untuk kuliah ke luar negeri itu baik. Selain membantu mereka mencapai impian, besar harapannya mereka bisa membawa pulang ilmu baru untuk membangun Jakarta,” ujar Justin kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026).
Minta Realistis Soal Fiskal
Meski mendukung gagasan tersebut, Justin menegaskan Pemprov Jakarta harus realistis dalam melihat kondisi fiskal daerah.
Baca Juga: Rumah Aman Bukan Formalitas, Harus Jadi Benteng Nyata Korban Kekerasan
Di tengah keterbatasan anggaran, setiap program baru perlu dirancang dengan perhitungan matang agar tidak membebani keuangan daerah.
Karena itu, ia meminta kejelasan sumber pendanaan untuk program LPDP Jakarta. Menurutnya, kebijakan baru jangan sampai mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk bantuan sosial.
“Ke depan harus jelas dari mana anggarannya. Jangan sampai ini malah membuat Pemprov semakin kesulitan memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat, termasuk bansos dalam berbagai bentuk,” tegasnya.
Justin secara khusus menyoroti keberlanjutan program bantuan pendidikan seperti KJP Plus dan KJMU yang selama ini menyentuh langsung kebutuhan siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Ia meminta agar jika beasiswa LPDP Jakarta dijalankan, pelaksanaan KJP Plus dan KJMU tetap berjalan efektif tanpa pengurangan kuota maupun nilai manfaat.
“Jangan sampai ada pengurangan, baik jumlah penerima maupun besaran manfaatnya, yang bisa berdampak langsung terhadap masyarakat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








