Pemkab Bogor Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis, Minta Penambahan Dapur MBG

AKURAT.CO Dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjamin keamanan pangan pada program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah pejabat tinggi seperti Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), serta perwakilan Kemenko Bidang Pangan melakukan sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Goes To School.
Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Pasir Angin 01, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (24/6/2025).
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, atau yang akrab disapa Jaro Ade, mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan mutu dan kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada siswa penerima manfaat program MBG.
“Tujuan kegiatan ini untuk memastikan mutu, kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada siswa-siswi penerima manfaat program MBG ini,” kata Jaro Ade.
Pemkab Bogor, lanjut Jaro Ade, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program unggulan Presiden Prabowo tersebut.
Menurutnya, manfaat program MBG tak hanya dirasakan siswa di sekolah, tapi juga masyarakat secara umum, terutama pelaku usaha lokal di sektor pangan.
“Kalau program MBG ini berjalan, secara otomatis ekonomi masyarakat pun ikut bergerak, karena bahan baku makanan bergizi ini bisa dibeli dari masyarakat lokal,” ujarnya.
Baca Juga: ITB dan PIK2 Jalin Kerja Sama Bangun Kampus Baru, Fokus pada Bisnis hingga AI
Namun, ia menyoroti keterbatasan dapur MBG yang saat ini baru berjumlah 29 unit dan hanya mampu menjangkau sekitar 86.997 siswa, atau sekitar 5 persen dari total 1,4 juta siswa sekolah di Kabupaten Bogor.
Oleh karena itu, Pemkab Bogor meminta pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Gizi Nasional, untuk menambah kuota pembangunan dapur MBG di wilayahnya.
“Wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, penduduknya pun banyak. Kami rasa perlu ada penambahan dapur umum di beberapa kecamatan agar bisa menjangkau sekolah-sekolah di pedesaan,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu.
Menurut Jaro Ade, program MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga berdampak luas pada perekonomian daerah.
“Program ini benar-benar pro-rakyat. Ibu-ibu bisa bekerja, petani sayur dan peternak ayam pun ikut terangkat ekonominya. Efek dominonya bisa menekan angka kemiskinan dan pengangguran,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Ia juga memastikan Pemkab Bogor akan aktif mengawal jalannya program, mulai dari produksi makanan hingga distribusinya ke sekolah.
“Kami akan terus ikut terlibat dalam pengawasan MBG ini. Mari kita dukung bersama demi masa depan anak-anak kita yang sehat dan gemilang,” pungkasnya.
Baca Juga: UPDATE Dimas Anggara Minta Maaf ke Keisha Alvaro, Soal Menampar Anak Pasha Ungu di Lokasi Syuting!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







