Rano Karno Tolak Model Pendidikan Militer ala Dedi Mulyadi untuk Pelajar Bermasalah

AKURAT.CO Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan, Pemprov DKI tidak akan mengikuti langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirim pelajar bermasalah ke barak militer.
Rano menyebut, pendekatan yang akan diambil Jakarta lebih berfokus pada pengembangan potensi siswa melalui kegiatan nonkurikuler.
"Setiap wilayah kan punya karakteristik yang berbeda-beda," ujar Rano saat ditemui di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Jumat (2/5/2025).
Menurut Rano, model pendidikan semi-militer tidak cocok diterapkan di Jakarta yang memiliki keragaman sosial lebih kompleks. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis bakat dan minat siswa.
"Wajib militer istilahnya mungkin tidak, kalau ekstrakurikuler mungkin iya," tegasnya.
Pernyataan Rano sejalan dengan sikap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang sebelumnya juga menegaskan, Jakarta akan memilih pendekatan yang lebih humanis untuk menangani kenakalan remaja, meskipun detail kebijakan tersebut masih dalam tahap finalisasi.
Baca Juga: Pesan Prabowo di Hardiknas: Kita Tak Boleh Lagi Punya Mental ‘Kumaha Engke’
Seperti diketahui, kebijakan Dedi Mulyadi di Jawa Barat—mengirim siswa bermasalah ke barak militer—menuai polemik.
Sebagian pihak mendukung pendekatan tegas tersebut, namun banyak juga yang mengkritisi potensi dampak psikologis negatif terhadap anak-anak.
Jakarta memilih jalan berbeda. "Kami melihat dari sisi bakat, minat, dan kemampuan siswa. Tidak semua bisa disamakan," tandas Rano.
Langkah ini mempertegas komitmen Pemprov DKI untuk membangun pendidikan berbasis potensi individu, bukan dengan pendekatan hukuman fisik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu









