Modus Pembunuh dan Pemerkosa Mahasiswa di Depok: Ajak Ngopi dan Minta Dijemput di Rumah

AKURAT.CO Polda Metro Jaya baru saja merilis kasus pembunuhan yang disertai pemerkosaan terhadap mahasiswi berinisial KRA (20) yang dilakukan Argyan Abhirama (19) di wilayah Kota Depok. Pihak kepolisian mengungkap fakta baru, di mana antara korban dan pelaku sebelumnya sudah sama-sama mengenal kurang lebih selama empat bulan lewat aplikasi media sosial, Line.
Korban dan pelaku sendiri belum pernah saling bertemu selama empat bulan pendekatan. Mereka juga baru dua minggu menjalani status sebagai pasangan kekasih. Pelaku menjelaskan bahwa korban sempat diajak nongkrong minum kopi bareng, dan meminta korban menjemput pelaku di kediamannya di jln Balcus, Gg H. Daud, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sumkajaya, Kota Depok.
"Kamis sekitar pukul 13.00, pelaku menghubungi korban lewat chat dari Line, mengajak korban ngopi bareng dan pelaku meminta dijemput korban di rumahnya," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra di Polda Meteo Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2024).
Baca Juga: Pemerkosa dan Pembunuh Mahasiswa di Depok Bukan Pemain Baru, Jejak Kejahatan Terungkap
"Awalnya korban menolak, tapi pelaku maksa biar dijemput korban. Tapi, akhirnya korban bersedia jemput pelaku di rumahnya."
Setelah itu, korban diajak pelaku masuk ke dalam kamar di rumah kontrakannya. Korban menolak ajakan pelaku, yang langsung menggerayangi tubuhnya di atas kasur.
Karena korban terus melakukan perlawanan, pelaku langsung mencekik leher korban karena terus berteriak hingga mengakibatkan korban KRA lemas sebelum akhirnya diperkosa oleh pelaku.
Baca Juga: Digugat Pemerkosaan 27 Tahun Silam, Donald Trump Jadi Orang Pertama yang Dijerat UU Penyintas Dewasa
"Karena korban terus berteriak, pelaku terus mencekik sampai korban lemas. Setelah itu pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban," jelas Kombes Pol Wira Stya Triputra.
"Setelah selesai, pelaku kembali memakaikan celana dan baju korban. Biar gak ngelawan, tangan dan kaki korban diikat sarung bantal sebelum ditinggalkan."
Baca Juga: Tolak Cinta Pelaku Jadi Motif Pemerkosaan ABG di Hutan Kota Jakut
Setelah puas melakukan aksinya, pelaku juga sempat melucuti barang berharga seperti handphone dan dompet milik korban. Setelah itu pelaku baru menghubungi ibu kandungnya, untuk memberitahu bahwa ada perempuan yang diikat di dalam kamarnya.
Pelaku sendiri ditangkap, twpatnya di terminal bus Ki Ageng Cempluk Kasesi Utara, Kecamatan Kasesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada, Jumat (19/1/2024), atau sekitar 15 jam setelah pengembangan laporan pada Kamis (18/1/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








