Akurat Logo

Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser ke Transportasi dan Pariwisata, Wamenko Perekonomian: Daya Beli Menguat

Esha Tri Wahyuni | 12 Oktober 2026, 21:54 WIB
Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser ke Transportasi dan Pariwisata, Wamenko Perekonomian: Daya Beli Menguat
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo

AKURAT.CO Pemerintah menilai daya beli masyarakat masih kuat. Kenaikan perjalanan wisata, aktivitas transportasi, dan transaksi QRIS menjadi indikator yang disoroti.

Pemerintah menilai daya beli masyarakat Indonesia masih kuat di tengah perubahan pola konsumsi. Salah satu indikator yang disoroti adalah meningkatnya aktivitas transportasi, pariwisata, hingga transaksi pembayaran digital.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo mengatakan, data statistik tidak menunjukkan adanya pelemahan daya beli masyarakat. Menurutnya, perubahan yang terjadi saat ini lebih berkaitan dengan pergeseran cara masyarakat membelanjakan uangnya.

Baca Juga: Wamenkeu Juda Ungkap Dilema Fiskal di Balik Upaya Menjaga Daya Beli

“Yang terjadi itu bukan daya beli melemah. Nggak, sangat tidak betul. Yang terjadi adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat yang sangat signifikan,” kata Dradjad dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dradjad menjelaskan, salah satu gambaran perubahan pola konsumsi tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas masyarakat di sektor transportasi dan pariwisata.

Berdasarkan data BPS, jumlah penumpang angkutan domestik pada Agustus 2026 mencapai 2,70 juta penumpang, naik 8,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, jumlah penumpang angkutan penyeberangan tercatat meningkat 20,13% menjadi 4,66 juta penumpang.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 11,47% dibandingkan Agustus 2025.

Menurut Dradjad, peningkatan aktivitas perjalanan menunjukkan adanya kecenderungan masyarakat mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan rekreasi dan kegiatan di luar rumah.

“Transportasi itu tinggi sekali karena masyarakat kita rupanya sekarang banyak yang senang jalan-jalan, dan konsumsi jalan-jalan itu tinggi sekali. Restoran dan hotel juga. Turisme meningkat, pariwisata meningkat sekali,” ujarnya.

Selain transportasi dan pariwisata, pemerintah turut menyoroti pertumbuhan transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.