Ekonomi 2027 Ditarget 6 Persen, Pemerintah Benahi Tata Kelola Investasi

AKURAT.CO Pemerintah menilai penguatan tata kelola dan kepastian berusaha menjadi salah satu kunci untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Perbaikan tersebut dinilai penting agar investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat industri nasional.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo mengatakan, pemerintah tengah mendorong penerapan compliance dan good governance sebagai fondasi untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Ditarget Tembus 6 Persen, Konsumsi Harus Tumbuh 5,4 Persen di 2026
Menurutnya, kepastian tata kelola menjadi faktor penting bagi dunia usaha ketika pemerintah ingin membawa perekonomian Indonesia tumbuh lebih tinggi.
“Bapak Presiden berusaha untuk menegakkan masalah compliance sama good governance, sama tata kelola yang baik. Karena memang untuk membawa Indonesia maju, tata kelola dan compliance itu menjadi salah satu yang krusial bagi dunia usaha,” ujar Dradjad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Penguatan kepastian berusaha salah satunya dilakukan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Regulasi tersebut mengatur antara lain proses perizinan berbasis risiko, layanan sistem Online Single Submission (OSS), pengawasan, hingga penyelesaian permasalahan dan hambatan dalam kegiatan usaha.
Pemerintah juga mendorong penguatan service level agreement (SLA) dalam proses perizinan serta mekanisme fiktif positif. Dengan mekanisme tersebut, permohonan perizinan yang telah melewati batas waktu layanan tertentu dapat memperoleh kepastian sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi pemerintah, pembenahan tata kelola tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kepastian bagi investor sekaligus mempercepat realisasi investasi.
Hal ini menjadi semakin penting karena target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 membutuhkan sumber pertumbuhan yang lebih kuat dari sisi investasi dan produktivitas.
Fundamental ekonomi Indonesia sendiri masih menunjukkan sejumlah indikator positif. Perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,45% pada semester I 2026. Sementara itu, realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun.
Pada kuartal II 2026, investasi tumbuh 7,1% secara tahunan. Sebanyak 50,1% dari investasi tersebut berada di luar Jawa, menunjukkan mulai meningkatnya penyebaran investasi ke berbagai wilayah Indonesia.
Realisasi investasi hilirisasi juga mencapai Rp152,7 triliun atau tumbuh 5,7% secara tahunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 7Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 8Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








