Akurat Logo

Rupiah Melemah, Apakah BI Akan Naikkan Suku Bunga?

Esha Tri Wahyuni | 30 September 2026, 16:06 WIB
Rupiah Melemah, Apakah BI Akan Naikkan Suku Bunga?
Ilustrasi rupiah melemah atas dolar AS

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) buka suara soal peluang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang belakangan mendekati level Rp18.000 per USD.

BI menegaskan keputusan mengenai arah suku bunga tidak akan ditentukan hanya berdasarkan pergerakan rupiah. Setiap kebijakan akan mempertimbangkan perkembangan data ekonomi serta prospek perekonomian secara menyeluruh.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, kebijakan suku bunga BI bersifat data dependent. Artinya, bank sentral akan terus mengevaluasi kondisi ekonomi sebelum menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.

Baca Juga: Maybank Indonesia dan Sunway Medical Centre Jalin Kemitraan Strategis, Manjakan Nasabah Premier Lewat Akses Kesehatan Eksklusif

"Jadi suku bunga kebijakan itu data dependent, [sehingga] ada yang bisa bilang sekarang apa yang akan diambil oleh BI dalam RDG (Rapat Dewan Gubernur) bulan depan, November atau Desember," kata Erwin dalam Taklimat BI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah belum serta-merta diterjemahkan menjadi sinyal kenaikan BI-Rate. BI masih akan melihat perkembangan berbagai indikator sebelum mengambil keputusan dalam setiap Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Erwin mengatakan BI memang telah memiliki sejumlah perkiraan mengenai perkembangan ekonomi hingga akhir 2026. Namun, proyeksi tersebut tetap dapat diperbarui seiring dengan perubahan kondisi ekonomi dan pasar.

"Jadi kita punya perkiraan-perkiraan, tetapi setiap bulan kita akan melakukan asesmen dan kemudian memperbarui prospek ekonomi kita," ujarnya.

Dengan demikian, keputusan BI pada RDG mendatang masih akan bergantung pada hasil asesmen terbaru. Bank sentral tidak ingin menentukan arah suku bunga hanya berdasarkan satu indikator, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Bank Indonesia Salurkan 32,5 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Selain perkembangan ekonomi, BI juga akan mempertimbangkan respons kebijakan yang dinilai paling tepat untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi.

"Apapun keputusan yang diambil oleh BI semuanya sifatnya data dependent, dan mudah-mudahan itu menjadi bagian dari respon terbaik yang bisa diberikan oleh Indonesia untuk tetap menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," tegas Erwin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.