Akurat Logo

Bukan Cuma Transaksi, Ini Jalur Sentimen yang Bisa Tekan Rupiah

Esha Tri Wahyuni | 30 September 2026, 15:58 WIB
Bukan Cuma Transaksi, Ini Jalur Sentimen yang Bisa Tekan Rupiah
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata-mata ditentukan oleh kebutuhan dan ketersediaan valuta asing (valas) di pasar.

Bank Indonesia (BI) melihat terdapat jalur lain yang turut memengaruhi rupiah, yakni sentimen dan persepsi pelaku pasar sebelum transaksi benar-benar terjadi.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, pergerakan mata uang suatu negara dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Faktor tersebut dapat berupa sentimen, kebutuhan, maupun fundamental ekonomi.

Baca Juga: Rupiah Ditaksir Melemah ke Rp18.030 Seiring Fokus Pasar ke The Fed dan Konflik AS-Iran

"Mungkin yang pertama yang ingin saya sampaikan, pergerakan mata uang sebuah negara itu dipengaruhi oleh faktor yang sifatnya global dan juga domestik. Ada yang sifatnya itu sentimen, ada juga yang sifatnya itu kebutuhan," kata Erwin dalam taklimat media, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, sentimen dapat muncul dari pernyataan atau perkembangan tertentu yang kemudian memengaruhi perilaku pelaku ekonomi. Sentimen global, misalnya, dapat berasal dari kebijakan Amerika Serikat terkait tarif, hubungan antarnegara, hingga konflik geopolitik.

Pernyataan tersebut kemudian tidak berhenti pada level persepsi. Pelaku pasar dapat merespons dengan mengambil posisi investasi tertentu. Ketika sentimen yang terbentuk negatif, sebagian pelaku pasar dapat memilih mengurangi eksposur terhadap aset di negara tertentu.

Baca Juga: HSBC: Rupiah ke Rp18.000 per Dolar AS Belum Tentu karena Ekonomi Indonesia Melemah

"Statement ini kemudian menggerakkan laku ekonomi untuk mengambil aksi. Umumnya karena kekhawatiran," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.