Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot

AKURAT.CO Rupiah mendekati Rp18.000 per USD. Pemerintah memilih menggenjot ekspor untuk memperkuat devisa dan tetap mempertahankan asumsi kurs RAPBN 2027.
Pemerintah memilih memperkuat ekspor dan meningkatkan penerimaan devisa sebagai salah satu strategi menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah yang semakin mendekati level Rp18.000 per USD.
Di tengah tekanan pasar keuangan global dan domestik, pemerintah juga memastikan asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2027 sebesar Rp17.500 per USD belum akan diubah.
Baca Juga: Ganti Strategi Stabilisasi Rupiah, BI Pangkas Intervensi di Pasar Spot
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah masih terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah. Menurutnya, peningkatan ekspor diperlukan untuk memperkuat pasokan devisa sehingga dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar.
"Ya kita monitor dulu. Pemerintah tentu kita akan menggenjot ekspor supaya devisa meningkat," ujar Airlangga usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin malam (28/9/2026).
Pelemahan rupiah terjadi ketika tekanan terhadap pasar keuangan domestik dan global meningkat. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Senin (28/9/2026) melemah 0,46% ke level Rp17.975 per USD. Di pasar NDF, rupiah juga bergerak melemah dan sempat menyentuh Rp18.013 per USD pada Senin malam.
Tekanan tersebut membuat posisi rupiah semakin jauh dari asumsi nilai tukar yang digunakan pemerintah dalam RAPBN 2027. Pemerintah dan DPR sebelumnya telah menyepakati asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per USD untuk tahun anggaran 2027.
Selain kurs, asumsi makro tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi 6%, inflasi 2,5%, dan tingkat suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,9%.
Meski demikian, Airlangga memastikan pemerintah tidak akan melakukan perubahan terhadap asumsi kurs tersebut. Ia menyatakan pemerintah tetap optimistis terhadap kondisi fundamental perekonomian nasional. "Tidak diganti, optimis," tegas Airlangga.
Airlangga mengatakan pemerintah juga mendapat arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas makroekonomi secara keseluruhan, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









