DPP GMNI: Efisiensi APBN Harus Berdampak Nyata bagi Kesejahteraan Rakyat

AKURAT.CO Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mengingatkan pemerintah agar kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak sekadar berorientasi pada penghematan anggaran, tetapi mampu meningkatkan kualitas belanja negara yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berbagai kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah.
Sebelumnya, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyebut langkah pemangkasan belanja yang dinilai kurang mendesak telah menghemat APBN sekitar Rp300 triliun.
Sementara itu, DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menyepakati sejumlah langkah efisiensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan menghemat anggaran hingga Rp40 triliun.
Di sisi lain, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga.
Defisit APBN hingga Mei 2026 tercatat sebesar 0,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan diproyeksikan tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen hingga akhir tahun.
Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPP GMNI, Refi Achmad Zuhair, menilai keberhasilan pengelolaan fiskal tidak cukup diukur dari besarnya penghematan anggaran atau rendahnya defisit.
"Efisiensi jangan sampai dimaknai sebagai sekadar pengurangan belanja negara, melainkan sebagai upaya meningkatkan kualitas belanja publik. Anggaran negara harus diarahkan pada program yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat bawah," ujar Refi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Tata Kelola BUMN Jadi Sorotan, Evaluasi Komisaris Dinilai Harus Berbasis Kompetensi
Menurut Refi, keberhasilan fiskal harus diukur berdasarkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengingatkan, penghematan anggaran tidak boleh mengorbankan pemenuhan hak-hak dasar rakyat.
"Ukuran keberhasilan fiskal bukan sekadar mampu menghemat triliunan rupiah. Tolok ukurnya adalah tidak ada lagi masyarakat yang kelaparan, serta setiap warga dapat hidup dengan layak dan merasa aman," tegasnya.
Refi juga menyoroti penyesuaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pengurangan sasaran penerima dan penyesuaian hari penyaluran.
Menurutnya, langkah efisiensi tersebut harus dikawal agar tidak mengurangi tujuan utama program dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
Ia menegaskan APBN merupakan instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, sehingga hasil efisiensi anggaran perlu dialokasikan pada program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
DPP GMNI mendorong pemerintah memanfaatkan ruang fiskal yang tersedia untuk memperkuat jaring pengaman sosial, mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem, menjaga keterjangkauan harga pangan, serta menyediakan hunian layak bagi kelompok masyarakat rentan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








