Yen Melemah, Bank Sentral Jepang Diprediksi Percepat Kenaikan Suku Bunga

AKURAT.CO Bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada Juni 2026.
Langkah ini dipandang sebagai respons atas meningkatnya tekanan inflasi dan pelemahan yen yang terus berlanjut dalam beberapa bulan terakhir.
Hasil jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom menunjukkan sekitar 65% responden memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga menjadi 1% pada akhir Juni.
Baca Juga: Purbaya: Utang RI Masih Aman, Rasionya Jauh di Bawah Malaysia hingga Jepang
Mayoritas analis juga memperkirakan kenaikan lanjutan akan terjadi pada kuartal IV 2026.
Prediksi tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan harga akibat lonjakan biaya energi yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah.
Jepang yang masih bergantung pada impor energi menghadapi risiko inflasi lebih tinggi ketika harga minyak dunia naik.
Anggota dewan BOJ, Kazuyuki Masu, bahkan mulai mendorong kenaikan suku bunga dilakukan lebih cepat apabila tidak ada tanda perlambatan ekonomi yang signifikan.
Sikap ini menunjukkan semakin kuatnya pandangan hawkish di internal bank sentral Jepang.
Selain inflasi, pelemahan yen juga menjadi perhatian utama. Mata uang Jepang sempat menembus level 160 yen per dolar AS, memicu intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing.
Namun sejumlah ekonom menilai intervensi tersebut tidak akan efektif tanpa dukungan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi.
BOJ sebelumnya mempertahankan suku bunga di level 0,75% pada April 2026.
Meski demikian, tiga dari sembilan anggota dewan telah mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut, menandakan perpecahan pandangan mulai mengarah pada pengetatan kebijakan moneter lebih agresif.
Baca Juga: Rupiah Kian Tertekan, Purbaya: Itu Kewenangan Bank Sentral
Kenaikan suku bunga Jepang menjadi perhatian pasar global karena selama bertahun-tahun negara tersebut mempertahankan kebijakan ultra longgar untuk menopang ekonomi dan melawan deflasi.
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) bahkan memperkirakan suku bunga Jepang dapat mencapai 2% pada akhir 2027 seiring meningkatnya inflasi domestik dan pertumbuhan upah pekerja.
Jika BOJ benar-benar mempercepat kenaikan suku bunga, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan Jepang, tetapi juga pasar keuangan Asia.
Investor global berpotensi mengalihkan dana ke aset Jepang yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi, sementara biaya pinjaman di kawasan Asia bisa ikut meningkat.
Di sisi lain, langkah tersebut juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas yen dan mengendalikan tekanan inflasi yang mulai meluas ke berbagai sektor ekonomi Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja









