BI: Surplus Perdagangan Desember 2025 Jadi Penopang Rupiah

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 menjadi bantalan penting bagi ketahanan eksternal perekonomian nasional di tengah tekanan ketidakpastian global. Surplus tersebut dinilai memperkuat fundamental eksternal sekaligus menopang stabilitas nilai tukar rupiah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (2/2/2026), neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar USD2,51 miliar.
Capaian ini melanjutkan tren surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD2,66 miliar, menandai konsistensi kinerja eksternal Indonesia hingga akhir tahun.
Baca Juga: Isu Politik Dinilai Tak Relevan dalam Pengangkatan Deputi Gubernur BI
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga ketahanan eksternal, terutama di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih volatil.
“Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Ramdan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
BI mencatat, surplus neraca perdagangan Desember 2025 terutama ditopang oleh kinerja neraca perdagangan nonmigas yang tetap solid. Pada periode tersebut, neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus sebesar USD4,61 miliar, seiring dengan peningkatan ekspor nonmigas yang mencapai USD25,09 miliar.
Kinerja ekspor nonmigas tersebut didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam, seperti lemak dan minyak hewani atau nabati serta bahan bakar mineral. Selain itu, ekspor produk manufaktur juga menunjukkan kontribusi signifikan, terutama dari komoditas besi dan baja serta berbagai produk kimia.
Baca Juga: BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa Hadapi Volatilitas Global
Dari sisi negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan India masih menjadi penopang utama kinerja ekspor Indonesia. Permintaan dari negara-negara tersebut dinilai menjaga momentum ekspor nasional di tengah perlambatan ekonomi global.
Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mencatat defisit yang meningkat menjadi USD2,09 miliar pada Desember 2025. Defisit tersebut sejalan dengan kenaikan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan ekspor migas, mencerminkan masih tingginya kebutuhan energi domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









