China Perluas Stimulus Fiskal 2026, Defisit dan Utang Dijaga Terkendali

AKURAT.CO Pemerintah China menegaskan akan tetap menjaga disiplin fiskal di tengah rencana perluasan stimulus pada 2026.
Wakil Menteri Keuangan China, Liao Min menyatakan kebijakan fiskal tahun depan akan bersifat lebih proaktif, namun tetap berada dalam koridor keberlanjutan jangka menengah dan panjang.
Dalam konferensi pers Kantor Informasi Dewan Negara, Liao menyebut arah kebijakan fiskal 2026 dirangkum dalam empat fokus utama, yakni memperluas volume belanja, mengoptimalkan struktur pengeluaran, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi.
“Defisit fiskal, total utang, dan skala pengeluaran fiskal secara keseluruhan akan dijaga pada tingkat yang wajar,” ujar Liao dikutip dari laman reuters.
Baca Juga: Tantang Dominasi SpaceX di Industri Antariksa, China Buka Jalan IPO untuk Roket Reusable
Lebih lanjut Liao menjelaskan bahwa pendekatan tersebut penting dilakukan untuk memastikan intensitas belanja pemerintah meningkat secara konsisten tanpa mengorbankan stabilitas fiskal.
Kebijakan tersebut melanjutkan langkah ekspansif yang telah ditempuh China sepanjang 2025. Tahun ini, rasio defisit terhadap produk domestik bruto (PDB) ditetapkan sekitar 4%, atau naik satu poin persentase dibandingkan 2024, sebagai bagian dari penguatan kebijakan kontra-siklus untuk menopang pertumbuhan.
Meski skala stimulus meningkat, pemerintah China menilai posisi fiskalnya masih relatif aman. Liao menegaskan rasio utang pemerintah terhadap PDB tetap berada pada level yang rendah dan jauh di bawah rata-rata negara-negara anggota G20.
Baca Juga: Bom Bunuh Diri di Restoran China di Kabul Tewaskan Tujuh Orang
Menurut Liao, perluasan belanja fiskal di atas level proaktif 2025 mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga pemulihan ekonomi, sekaligus menunjukkan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara.
Pemerintah, kata dia, tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memastikan fondasi fiskal yang sehat untuk jangka panjang.
Ke depan, Kementerian Keuangan China juga akan memperketat kualitas belanja dengan memangkas pengeluaran yang dinilai tidak efisien dan kurang efektif.
Langkah ini dilakukan agar setiap tambahan belanja benar-benar memberikan dampak nyata bagi perekonomian.
Dengan kombinasi stimulus yang lebih besar dan pengendalian risiko fiskal, pemerintah China optimistis kebijakan 2026 mampu menjadi landasan yang solid bagi pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 yang akan dimulai pada periode tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









