Akurat

China Sinyalkan Pelonggaran Moneter, Fokus Tekan Biaya Kredit

Demi Ermansyah | 16 Januari 2026, 09:50 WIB
China Sinyalkan Pelonggaran Moneter, Fokus Tekan Biaya Kredit

AKURAT.CO Bank sentral China kembali mengirim sinyal pelonggaran moneter di tengah perlambatan ekonomi domestik.

People’s Bank of China (PBOC) menilai masih terdapat ruang untuk menurunkan suku bunga kebijakan dan rasio cadangan wajib perbankan (reserve requirement ratio/RRR), meski langkah agresif belum menjadi pilihan utama.

Mengutip dari laman reuters, Wakil Gubernur PBOC, Zou Lan menyatakan, bank sentral akan lebih mengandalkan instrumen kebijakan struktural guna menekan biaya kredit dan memperkuat sektor-sektor prioritas.

Baca Juga: PBoC Tambah Cadangan Emas di Tengah Tren Dedolarisasi

Salah satunya dengan memangkas suku bunga instrumen moneter struktural sebesar 25 basis poin, efektif mulai pekan depan.

Penyesuaian tersebut mencakup penurunan suku bunga fasilitas pinjaman ulang tenor satu tahun menjadi 1,25% dari sebelumnya 1,5%.

Tentunya kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan aliran kredit ke sektor usaha kecil, pertanian, serta inovasi teknologi.

Langkah itu menegaskan pendekatan hati-hati PBOC. Sepanjang 2025, bank sentral China tercatat hanya memangkas suku bunga kebijakan satu kali sebesar 10 basis poin, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan pelonggaran hingga 40–60 basis poin.

Zou menambahkan, margin bunga perbankan yang membaik memberi ruang bagi penurunan suku bunga lanjutan tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan. Namun, ia tidak merinci waktu pasti kebijakan tersebut akan diambil.

Baca Juga: Di Hadapan IMF, PBoC Beberkan Strategi Moneter

Selain itu, PBOC berencana meningkatkan secara bertahap transaksi obligasi pemerintah dalam operasi pasar terbuka. Strategi ini dipandang penting untuk memperkuat manajemen likuiditas di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.