Goldman: AI dan Investasi Bisnis Jadi Mesin Utama Ekonomi AS di 2026

AKURAT.CO Goldman Sachs memandang struktur pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 akan mengalami pergeseran signifikan dibandingkan siklus sebelumnya.
Pertumbuhan produktivitas, terutama yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI), diproyeksikan menjadi motor utama ekonomi.
Mengutip dari laman bloomberg, Kepala Ekonom AS Goldman Sachs, David Mericle, menyebut kontribusi pertumbuhan PDB ke depan akan semakin bergantung pada produktivitas, sementara peran pasokan tenaga kerja diperkirakan menyusut seiring menurunnya arus imigrasi.
Baca Juga: Goldman Sachs Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China Berkat Stimulus Fiskal
“Komposisi pertumbuhan PDB di tahun-tahun mendatang akan terlihat berbeda dibandingkan siklus sebelumnya,” tulis Mericle dalam laporan tersebut.
Goldman Sachs memproyeksikan pertumbuhan PDB AS mencapai 2,5% berbasis Q4/Q4 atau setara 2,8% secara tahunan.
Tentunya, lanjut David, angka tersebut lebih optimistis dibandingkan hasil survei Bloomberg yang memperkirakan ekonomi AS tumbuh 2% pada 2026.
Kinerja ekonomi AS juga dinilai mendapat sokongan dari paket pemotongan pajak Presiden Donald Trump, yang diyakini mampu menjaga daya saing ekonomi Negeri Paman Sam dibandingkan negara maju lainnya.
Baca Juga: Goldman Sachs dan Citigroup Kompak Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China
Dari sisi permintaan domestik, belanja konsumen diperkirakan tumbuh stabil, ditopang oleh pemangkasan pajak dan kenaikan upah riil.
Sementara itu, investasi bisnis diproyeksikan menjadi komponen terkuat dalam pertumbuhan PDB pada 2026.
Goldman menilai kondisi keuangan yang lebih longgar, berkurangnya ketidakpastian kebijakan, serta insentif pajak menjadi faktor utama yang mendorong ekspansi investasi sektor korporasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








