AKURAT.CO Isu mengenai MBG akhir-akhir ini banyak sekali menuai respon yang kurang menyenangkan. Terlebih setelah adanya beberapa kasus yang pada akhirnya menimbulkan korban.
Merespons ini, Konten kreator Kuliner sekaligus Aktivis Sosial, Bobon Santoso memberikan sedikit tanggapannya.
Menurutnya, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif positif pemerintah yang perlu terus dilanjutkan.
Namun, ia mengingatkan bahwa pengawasan di lapangan harus diperketat untuk mencegah terulangnya kasus keracunan yang sempat mencuat beberapa waktu lalu.
Dalam keterangannya menanggapi isu MBG yang sempat menjadi sorotan publik, Bobon menyebut bahwa kasus keracunan yang terjadi hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan program.
“Kasusnya memang sangat kecil, mungkin hanya nol koma sekian persen. Tapi karena jumlah penerimanya jutaan anak, angka absolutnya terlihat besar,” ujarnya.
Menurut Bobon, program MBG sejatinya memiliki dampak besar terhadap peningkatan gizi anak bangsa, terutama di wilayah dengan keterbatasan ekonomi. Namun, ia menekankan pentingnya sistem kontrol yang lebih ketat di lapangan.
“Ada kesalahan sedikit itu wajar. Mengontrol program sebesar ini dari Sabang sampai Merauke memang tidak mudah. Tapi tetap harus ada evaluasi menyeluruh,” katanya.
Ia menyarankan agar pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan MBG di setiap kabupaten atau kota untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proses produksi makanan.
Langkah ini, dapat memastikan setiap penyedia memenuhi standar gizi dan kebersihan yang ditetapkan.
“Harus dibentuk satgas di setiap daerah, keliling untuk memastikan makanan yang dikirim sesuai standar. Jangan hanya percaya laporan dari satu titik saja,” tegas Bobon.
Lebih lanjut, pria yang dikenal lewat program sosial Kuali Merah Putih itu juga mengkritisi lemahnya proses uji rasa dan kontrol kualitas di lapangan.
Dirinya merasa miris dikarenakan makanan yang dibagikan tidak dicicipi lebih dulu oleh penyedia sebelum dikirim ke sekolah-sekolah.
“Banyak keluhan datang dari guru-guru yang mencicipi makanan basi. Artinya, ada tahap yang dilewati. Makanan seharusnya selalu diuji dulu, bukan asal masak lalu dikirim,” kata Bobon.
Selain dari sisi teknis, ia juga menyoroti perlunya seleksi ketat terhadap pihak yang bekerja sama dalam pengadaan makanan MBG.
Bobon menilai bahwa selain kemampuan memasak dan logistik, aspek integritas dan kejiwaan pelaksana juga harus diperhatikan.
“Yang mau kerja sama dengan MBG sebaiknya dites kejiwaannya. Jangan sampai orang yang tidak stabil justru pegang tanggung jawab besar seperti ini. Bisa bahaya, karena korbannya anak-anak kita,” ujarnya tegas.
Menurut Bobon, mungkin perlu adanya mekanisme seperti pemeriksaan latar belakang (SKCK) hingga verifikasi etika pelaku usaha perlu diterapkan agar program berjalan aman dan kredibel.
“iya, kalau perlu nih, ada gitu tes kejiwaan dan SKCK, kita bisa memastikan yang pegang tender itu benar-benar bertanggung jawab,” tambahnya.
Sebagai figur publik yang kerap terjun langsung ke lapangan, Bobon menilai MBG berpotensi menjadi tonggak penting dalam perbaikan gizi nasional, selama pemerintah memastikan implementasinya dijalankan secara transparan dan profesional.
“Program ini sangat baik, tinggal dijaga pelaksanaannya. Kalau diawasi dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menekan angka stunting dan malnutrisi secara signifikan,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









