IHK Negatif, Permintaan Domestik Jadi Batu Sandungan Pemulihan Ekonomi China

AKURAT.CO Meski deflasi harga produsen di Tiongkok mulai melambat pada Agustus 2025, data inflasi konsumen justru kembali masuk zona negatif. Indeks harga konsumen (IHK) turun 0,4% secara tahunan, lebih buruk dari perkiraan.
Penurunan ini terutama dipicu anjloknya harga pangan, dengan sayuran segar merosot lebih dari 15% penurunan terdalam dalam hampir tiga tahun terakhir.
Mengutip dari laman Bloomberg, kondisi tersebut memperlihatkan rapuhnya permintaan domestik. Subsidi pemerintah yang sempat menopang konsumsi dinilai mulai kehilangan efek.
Baca Juga: Korea Selatan Alami Peningkatan Inflasi Tertinggi Pada IHK, Ini Biang Keroknya!
Menurut ekonom Greater China di Societe Generale, Michelle Lam menilai prospek IHK masih rapuh, terutama karena harga rumah terus melemah.
“Kenaikan inflasi inti sebenarnya memberi sinyal positif, tapi terlalu lemah untuk membalikkan tren deflasi,” katanya.
Melemahnya konsumsi rumah tangga menjadi tantangan besar bagi Beijing. Dengan kontribusi lebih dari separuh PDB, permintaan domestik sangat krusial untuk menggerakkan ekonomi.
Namun, pertumbuhan pendapatan masyarakat yang melambat serta tingginya beban utang rumah tangga menahan laju konsumsi.
Data Bloomberg Economics menunjukkan, ekonomi China kehilangan momentum pada paruh akhir Agustus, sejalan dengan melemahnya ekspor. Penurunan pengiriman barang ke Amerika Serikat mencapai titik terendah dalam enam bulan terakhir.
Sehingga kondisi tersebut membuat Beijing harus mencari penopang pertumbuhan dari dalam negeri.
Baca Juga: BGN Soal Ompreng Impor dari China: Dibeli oleh Mitra
Kenaikan harga barang tahan lama, seperti peralatan rumah tangga yang melonjak 4,6%, memberi sedikit harapan. Namun, daya beli masyarakat menengah masih terbatas.
Tanpa kebijakan struktural untuk memperkuat pendapatan dan stabilitas lapangan kerja, risiko deflasi berkepanjangan masih membayangi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









