Prabowo: Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah Harus Sejalan Demi Pemerataan Ekonomi
Hefriday | 16 Agustus 2025, 17:42 WIB

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa belanja negara ke depan harus dirancang menjadi satu kesatuan yang mencakup belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah.
Hal ini disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
“Ke depan, belanja negara, baik belanja pemerintah pusat maupun transfer ke daerah didesain menjadi satu kesatuan,” kata Presiden Prabowo dalam penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2026.
Menurut Prabowo, langkah ini merupakan strategi untuk memperkuat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. Dengan desain tersebut, belanja negara tidak lagi terfragmentasi, melainkan saling melengkapi untuk menciptakan manfaat yang lebih luas.
Efisiensi dan Kualitas Belanja Negara
Presiden menekankan pentingnya peningkatan kualitas serta efisiensi dalam penggunaan anggaran negara. Ia mengingatkan agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberi dampak nyata bagi rakyat.
“Kualitas belanja negara harus terus kita tingkatkan. Kita terus mendorong efisiensi belanja. Saudara-saudara, setiap rupiah harus memberi manfaat yang nyata,” ujarnya.
Prabowo menambahkan, belanja operasional yang tidak efisien akan dipangkas, sementara belanja produktif akan diprioritaskan. Menurutnya, APBN harus menjadi instrumen yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, serta meningkatkan kualitas layanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menegaskan bahwa peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus lebih proporsional. Prioritas belanja negara diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, memberikan layanan publik terbaik, serta mendukung aktivitas ekonomi yang bernilai tambah tinggi.
“APBN kita utamakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan publik terbaik untuk rakyat, untuk aktivitas ekonomi bernilai tambah yang tinggi dan memberi keuntungan komersial,” kata Prabowo.
Dengan demikian, pemerintah berharap belanja negara tidak hanya berfungsi sebagai penggerak roda birokrasi, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.
Konsep penyatuan belanja pusat dan daerah yang disampaikan Presiden Prabowo dipandang sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan. Ia menegaskan, transfer ke daerah bukanlah satu-satunya instrumen, melainkan bagian dari kesatuan kebijakan fiskal yang menyeluruh.
“Sehingga transfer ke daerah bukan satu-satunya instrumen untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









