Kemiskinan Perkotaan Naik, Perlu Evaluasi Bantuan Sosial di Kota

AKURAT.CO Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan tercatat mengalami kenaikan pada Maret 2025.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka kemiskinan di kota naik menjadi 6,73% dari 6,66% pada September 2024. Peningkatan sebesar 0,07% poin ini dinilai perlu mendapat perhatian lebih.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa meskipun angka kenaikannya terbilang kecil, tren ini menunjukkan tantangan baru di wilayah urban.
Baca Juga: Beda Garis Kemiskinan RI Versi BPS dan Bank Dunia, Mana Yang Benar?
“Perlu dicermati, karena kenaikan kemiskinan di kota ini terjadi di saat desa justru mengalami penurunan,” ujar Ateng pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta.
Wilayah perkotaan sebelumnya kerap diidentikkan dengan akses ekonomi yang lebih baik, namun dinamika harga, ketimpangan pendapatan, serta keterbatasan akses terhadap pekerjaan yang layak membuat kelompok rentan di kota mudah terdorong ke bawah garis kemiskinan.
Hal ini mengisyaratkan bahwa program perlindungan sosial dan subsidi yang dirancang selama ini mungkin perlu ditinjau kembali efektivitasnya di lingkungan perkotaan.
"Berbeda dengan desa yang relatif stabil karena dukungan komunitas dan biaya hidup yang lebih rendah, kota menghadirkan tantangan berbeda," ucapnya.
Baca Juga: BPS: Curah Hujan Tinggi Ancam Produktivitas Petani
Secara keseluruhan, lanjut Atenng, angka kemiskinan nasional pada Maret 2025 tercatat sebesar 23,85 juta jiwa atau 8,74% dari total penduduk. Jumlah ini turun dibandingkan September 2024 yang sebesar 8,84%.
"Dengan tren nasional yang positif, kami mendorong untuk lebih fokus pada peningkatan efektivitas intervensi sosial di kota, termasuk penguatan UMKM, perumahan layak, dan penciptaan lapangan kerja yang menyasar segmen informal," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









