Malaysia Potong Suku Bunga, Antisipasi Dampak Tarif AS

AKURAT.CO Bank Negara Malaysia (BNM) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%.
Hal tersebut merupakan langkah moneter pertama dalam lima tahun terakhir, yang diambil sebagai respons atas ancaman perlambatan ekonomi global dan meningkatnya tekanan eksternal, khususnya dari kebijakan proteksionisme perdagangan Amerika Serikat.
Penurunan tersebut diumumkan pada Rabu (9/7/2025) lalu, tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kenaikan tarif impor terhadap produk Malaysia hingga 25%. Kebijakan ini sontak memicu kekhawatiran akan menurunnya kinerja ekspor Malaysia dan memperdalam ketidakpastian ekonomi regional.
"Risiko terhadap prospek pertumbuhan ekonomi masih condong ke arah penurunan. Terutama akibat melemahnya perdagangan global, sentimen bisnis yang lesu, serta produksi komoditas yang di bawah ekspektasi." tulis BNM dalam pernyataan resminya dikutip dari laman reuters.
Baca Juga: Tarif Trump Mengguncang BRICS, Tekanan Politik dalam Balutan Perdagangan
Langkah pemangkasan suku bunga tersebut juga menjadi kelanjutan dari pelonggaran kebijakan moneter sebelumnya, yakni penurunan rasio cadangan wajib (Statutory Reserve Requirement/SRR) dari 2% menjadi 1% pada Mei lalu.
Kebijakan itu melepaskan dana sekitar RM19 miliar ke dalam sistem keuangan untuk mendukung likuiditas.
Di sisi lain, BNM menyatakan nilai tukar ringgit akan tetap dipengaruhi oleh dinamika eksternal, meski prospek pertumbuhan domestik dan reformasi struktural menjadi penopang jangka panjang.
Baca Juga: Indonesia Dorong Diplomasi Ekonomi Hadapi Tarif Impor AS
Pemerintah Malaysia, melalui pernyataan resmi pada Selasa (2/7/2025) lalu, menegaskan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi perdagangan dengan Washington, sembari mengevaluasi langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi industri dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









