Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat Jadi Tumpuan Jaga Daya Beli 2026

AKURAT.CO Di tengah target ambisius pertumbuhan ekonomi 5,2 hingga 5,8% pada 2026, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap penguatan daya beli masyarakat sebagai fondasi utama dari sisi permintaan domestik.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa berbagai program prioritas sosial akan menjadi andalan dalam menjaga konsumsi rumah tangga, yang ditargetkan tumbuh antara 5,0 hingga 5,5% pada 2026.
“Daya beli masyarakat harus dijaga melalui pengendalian inflasi dan program-program seperti Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, serta program makan bergizi gratis,” ujar Menkeu dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (3/7/2025) malam.
Baca Juga: Target Ekonomi 2026, Menkeu Sri Minta Investasi Rp7.500 Triliun Digencarkan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi bagian dari janji utama pemerintahan saat ini, diharapkan tidak hanya menurunkan angka malnutrisi, tetapi juga mendorong produktivitas masyarakat dan sektor pertanian.
Pemerintah menilai bahwa skema MBG dapat menciptakan rantai pasok pangan yang sehat serta membuka lapangan kerja di desa.
Adapun Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih dirancang untuk memperkuat pemerataan akses pendidikan dan pemberdayaan ekonomi akar rumput. Melalui koperasi, UMKM diharapkan bisa naik kelas dan menjadi motor pertumbuhan yang lebih inklusif.
Baca Juga: Menkeu Akui Ketidakpastian Global Kini Bersifat Permanen
Sri Mulyani juga menekankan pentingnya hilirisasi pertanian dan bioenergi seperti biodiesel B40 dalam mengerek nilai tambah produksi domestik.
"Hal ini sejalan dengan pendekatan dari sisi penawaran agar perekonomian lebih tangguh terhadap gejolak eksternal," paparnya.
Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026, pemerintah juga memperkirakan belanja negara akan mencapai 14,19-14,75% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan defisit anggaran terjaga pada kisaran 2,48-2,53%.
“Dengan menjaga fondasi sosial melalui program-program prioritas, kita berharap konsumsi tetap kuat dan mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Sri Mulyani menutup paparannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







