China Ancam Balasan Tegas jika Kepentingannya Dikorbankan demi AS

AKURAT.CO Pemerintah China secara tegas menyatakan akan mengambil langkah balasan apabila ada negara yang menjalin kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS) dengan mengorbankan kepentingan China.
Sikap ini merupakan bentuk peringatan keras terhadap negara-negara yang mempertimbangkan keuntungan jangka pendek melalui keringanan tarif dari AS, namun berisiko merusak hubungan dagang dengan Beijing.
Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Perdagangan China dalam tanggapan resmi terhadap pertanyaan media dikutip dari laman CGTN.
Baca Juga: Perang Dagang Mereda, AS-China Bahas Akses Tanah Jarang dan Ekspor Teknologi
Meskipun tidak menyebutkan negara secara spesifik, China menegaskan bahwa prinsip dan posisi yang tegas merupakan satu-satunya cara untuk menjaga hak-hak sah dalam sistem perdagangan internasional.
"Jika situasi seperti itu terjadi, China tidak akan menerimanya dan akan mengambil tindakan balasan yang tegas untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah," tulis juru bicara tersebut.
Pernyataan keras ini muncul di tengah meningkatnya tensi dagang global, menyusul kebijakan tarif baru AS terhadap sejumlah negara mitra dagang yang akan diberlakukan mulai awal Juli.
China menuding langkah Washington sebagai bentuk intimidasi sepihak yang tidak sejalan dengan prinsip multilateralisme.
"Tindakan ini secara serius merusak sistem perdagangan multilateral dan mengganggu tatanan perdagangan internasional yang normal," tambahnya.
Baca Juga: Rupiah Nanjak 73 Poin ke Rp16.253 di Tengah Eskalasi Perang Dagang AS-China
Ketegangan tersebut menandai babak baru dalam rivalitas dagang antara dua kekuatan ekonomi dunia.
China menegaskan komitmennya untuk mempertahankan stabilitas dan keadilan dalam sistem perdagangan global, sambil memperingatkan agar negara-negara mitra berhati-hati dalam mengambil posisi dalam perseteruan dagang AS-China.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










