AKURAT.CO Pernyataan terbaru Presiden Donald Trump tentang rencana penetapan tarif sepihak terhadap mitra dagang kembali menciptakan ketidakpastian di kancah perdagangan global.
Trump menyatakan akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara mitra dalam dua hingga tiga minggu tanpa melalui proses negosiasi yang panjang.
Langkah tersebut, menurut Trump, diperlukan karena keterbatasan waktu dan sumber daya untuk menjalin pembicaraan dagang dengan semua pihak. Padahal, sebelumnya kebijakan tarif tersebut ditunda selama 90 hari guna memberi kesempatan negosiasi.
Baca Juga: Paket Pajak Trump Dinilai Untungkan Konglomerat, Defisit AS Terancam Membengkak
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, Trump menunjukkan keengganannya untuk terus bernegosiasi, meski sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, India, dan Uni Eropa masih berada dalam tahap pembicaraan. Sementara Inggris dan China telah mencapai kesepakatan parsial.
“Negara-negara itu akan menerima surat tentang berapa banyak yang harus mereka bayarkan untuk berbisnis di AS,” ungkap Trump dikutip dari reuters.
Tidak sedikit dari para analis kebijakan ekonomi menilai bahwa kebijakan tarif sepihak ini menciptakan iklim ketidakpastian yang berisiko menghambat arus perdagangan internasional.
Ketidaksiapan negara-negara mitra dalam menghadapi tarif mendadak juga dikhawatirkan memperburuk relasi dagang dan memicu tindakan balasan.
Baca Juga: Trump Kunci Investasi Fantastis hingga Rp4.000 Triliun dari Qatar
Selain itu, kebijakan ini berpotensi membebani konsumen domestik AS. Biaya tambahan akibat tarif umumnya dialihkan ke harga barang yang dijual di pasar dalam negeri.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih maupun Departemen Perdagangan terkait detail implementasi kebijakan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










