Saham Farmasi Eropa Terpukul di Tengah Euforia Dagang Global

AKURAT.CO Di tengah kabar positif mengenai kesepakatan dagang Amerika Serikat dan China yang memicu reli pasar global, sektor farmasi Eropa justru mengalami tekanan hebat. Langkah Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan rencana penurunan harga obat resep menjadi faktor utama pelemahan saham-saham di sektor kesehatan.
Dikutip dari laman reuters, indeks sektor kesehatan Eropa merosot hingga 2,8% pada Senin, (12/5/2025) lalu, menjadikannya sektor yang paling terpukul di antara semua sektor di Indeks Stoxx Europe 600. Perusahaan-perusahaan raksasa seperti Novo Nordisk A/S, AstraZeneca Plc, Sanofi SA dan Roche Holding AG mengalami koreksi signifikan antara 3% hingga 6%.
Langkah Trump yang berambisi menurunkan harga obat di Amerika Serikat menjadi sinyal negatif bagi pasar farmasi global, terutama karena pasar AS merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak perusahaan obat besar Eropa.
Baca Juga: Pasar Saham Global Kompak Anjlok, Ini Biang keroknya!
Kebijakan tersebut dinilai akan memangkas margin keuntungan dan memicu penurunan penjualan dalam jangka panjang.
“Ini pukulan yang datang di saat pasar baru saja mulai pulih dari ketegangan perang dagang. Investor di sektor farmasi jelas harus bersiap menghadapi tekanan kebijakan,” ujar Manajer Dana Ekuitas di Ecofi, Karen Georges.
Sementara sektor pertambangan dan otomotif melaju pesat didorong optimisme dagang, sektor farmasi justru terseret oleh faktor eksternal yang tak berkaitan langsung dengan perdagangan internasional. Ini menunjukkan bahwa tidak semua pelaku pasar dapat menikmati euforia dari pemangkasan tarif antara AS dan China.
Baca Juga: Waduh! Pasar Saham Amburadul, Ini Kata Ekonom
Di sisi lain, tekanan ini memberikan sinyal bahwa investor kini menghadapi dilema besar: masuk ke sektor yang terjangkit volatilitas politik atau menunggu kepastian lebih lanjut. Menurut David Kruk dari La Financiere de L’Echiquier menyebutkan bahwa "Pasar memang sedang naik, tapi tidak semua sektor akan ikut untung. Investor harus cermat memilah mana sektor yang punya peluang dan mana yang terancam regulasi”.
Kondisi ini juga menjadi ujian bagi bursa Eropa, yang saat ini berada sekitar 4% di bawah level tertingginya pada Maret lalu. Perlu diketahui bahwa sektor kesehatan selama ini menjadi salah satu penopang indeks Eropa, sehingga tekanan yang berkelanjutan bisa menahan laju indeks dalam beberapa pekan ke depan.
Sebaliknya, saham-saham individual seperti ProSiebenSat.1 Media SE justru mencatat lonjakan fantastis. Saham penyiar asal Jerman itu naik hingga 20% tertinggi sejak 2009 setelah menerima tawaran dari PPF Group N.V. Fenomena ini menunjukkan bahwa arus modal saat ini cukup selektif, dengan fokus tinggi terhadap peluang akuisisi dan perubahan fundamental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









