AKURAT.CO Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China memasuki babak baru pasca Beijing mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara yang mempertimbangkan kesepakatan dagang dengan Washington yang dapat merugikan kepentingan China.
Menteri Perdagangan China, Weng Wentao menyatakan bahwa China dengan tegas menentang pihak mana pun yang mencapai kesepakatan dengan mengorbankan kepentingan China dan akan mengambil tindakan balasan apabila hal tersebut terjadi.
Dikutip dari Reuters, Selasa (22/4/2025), pernyataan Wentao muncul di tengah upaya puluhan negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, untuk mendapatkan pengecualian dari tarif impor tinggi yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.
Sebagai imbalannya, AS meminta negara-negara tersebut untuk membatasi hubungan dagang mereka dengan China.
Beijing menuduh Washington melakukan intimidasi ekonomi dan hegemonisme, serta memperingatkan bahwa negara-negara yang tunduk pada tekanan AS berisiko menjadi korban dalam konflik dagang ini.
Tentunya situasi tersebut menempatkan banyak negara dalam posisi sulit, harus menyeimbangkan hubungan ekonomi dengan kedua kekuatan besar dunia tanpa merugikan kepentingan nasional mereka.
Seperti yang diketahui, sebelumnya, dalam upaya memperkuat posisi China di Asia Tenggara dan menghadapi tekanan perdagangan dari Amerika Serikat, Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam, Malaysia, dan Kamboja.
Di Vietnam, Xi Jinping bertemu dengan para pemimpin tinggi negara tersebut dan menandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama, termasuk pembangunan jalur kereta api lintas batas dan peningkatan kerja sama ekonomi.
Kunjungan ini juga mencerminkan upaya China untuk memperkuat solidaritas regional dalam menghadapi kebijakan proteksionis AS. Xi Jinping menekankan bahwa tidak ada pemenang dalam perang dagang dan menyerukan kerja sama yang lebih erat di kawasan.
Dengan memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, China berharap dapat membentuk blok regional yang mampu menghadapi tekanan eksternal dan menjaga stabilitas ekonomi kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









