Akurat

Trump Siapkan Tarif Balasan ke India

Demi Ermansyah | 21 Maret 2025, 22:28 WIB
Trump Siapkan Tarif Balasan ke India

AKURAT.CO India tengah berupaya keras menenangkan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif resiprokal mulai 2 April.

Dimana keputusan tersebut muncul di tengah negosiasi dagang yang sedang berlangsung antara kedua negara, dengan India yang mulai menunjukkan niat baiknya dengan mengurangi hambatan perdagangan.  
 
Trump menilai India sebagai salah satu negara dengan tarif tertinggi di dunia. 
 
"Saya yakin mereka mungkin akan menurunkan tarif tersebut secara substansial, tetapi pada 2 April, kami akan membebankan tarif yang sama yang mereka kenakan pada kami," ujar Trump dalam wawancara dengan Breitbart News, dikutip Jumat (21/3/2025).
 
Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, telah melakukan serangkaian diskusi dengan pejabat AS untuk mencegah tarif balasan ini. India telah mengambil beberapa langkah, seperti menurunkan bea masuk atas impor bourbon dan sepeda motor kelas atas. 
 
 
Selain itu, India juga setuju untuk membeli lebih banyak energi dan senjata dari AS, sebuah langkah yang diharapkan dapat memperbaiki hubungan perdagangan kedua negara.  
 
India juga mempertimbangkan untuk menurunkan bea masuk pada beberapa produk lainnya, termasuk mobil, beberapa produk pertanian, dan bahan kimia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi New Delhi untuk menunjukkan itikad baiknya di hadapan Washington.  
 
Hubungan antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Donald Trump sebenarnya cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Modi adalah salah satu pemimpin dunia pertama yang mengunjungi Trump setelah ia kembali ke Gedung Putih. 
 
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Modi kerap memuji kepemimpinan Trump. Namun, kebijakan tarif yang akan diterapkan AS bisa menjadi ujian besar bagi hubungan kedua pemimpin ini. 
 
Dalam wawancaranya dengan Breitbart News, Trump mengakui memiliki hubungan yang baik dengan India, tetapi tetap menyoroti masalah tarif yang dinilainya tidak adil.  
 
Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, India masih berharap bisa mencapai kesepakatan sebelum 2 April.
 
Para analis menilai, meskipun India sudah menunjukkan niat baiknya dengan menurunkan beberapa tarif, AS tetap menginginkan lebih banyak konsesi dagang sebelum mempertimbangkan untuk membatalkan rencana tarif resiprokal.  
 
Jika negosiasi gagal, tarif AS bisa berdampak besar pada ekspor India, terutama di sektor teknologi dan farmasi yang selama ini menjadi andalan perdagangan dengan AS. 
 
Di sisi lain, jika India berhasil meyakinkan Trump, ini bisa menjadi titik balik bagi hubungan perdagangan kedua negara ke arah yang lebih harmonis.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.