Akurat

Dampak Setop PSN: Investasi Melemah, Ekonomi Bisa Terguncang!

Ahada Ramadhana | 9 Maret 2025, 13:20 WIB
Dampak Setop PSN: Investasi Melemah, Ekonomi Bisa Terguncang!

AKURAT.CO Keberlanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi sorotan dalam dinamika kebijakan pembangunan di Indonesia.

Beberapa proyek yang telah berjalan sejak pemerintahan sebelumnya, kini menghadapi kemungkinan penghentian. Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai kredibilitas perencanaan awal.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus, menegaskan, setiap proyek PSN harus memiliki perhitungan yang matang sebelum ditetapkan agar tidak berujung pada ketidakpastian.

“PSN apa pun, termasuk proyek PIK 2 (Pantai Indah Kapuk 2), bertujuan untuk mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Jika suatu daerah ditetapkan sebagai PSN, harapannya akan menarik investasi yang besar, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas," ujar Ahmad Heri Firdaus, Minggu (9/3/2025).

Menurutnya, proses penetapan PSN harus melalui studi kelayakan yang komprehensif, mencakup analisis biaya dan manfaat (cost-benefit analysis), serta dampak ekonomi dan sosial.

Dengan begitu, proyek-proyek yang masuk dalam kategori PSN benar-benar memiliki nilai tambah bagi masyarakat, pemerintah, dan investor.

Ahmad Heri menegaskan, jika suatu proyek PSN tiba-tiba dihentikan, pemerintah harus memiliki alasan yang jelas dan kuat.

Baca Juga: Ibas Dukung Mario Aji di Moto2: Kibarkan Merah Putih hingga Garis Finish

Penghentian proyek bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kesalahan prosedur, hambatan investasi, atau ketidaksesuaian dengan rencana awal.

“Jika ada proyek PSN yang sudah berjalan lalu dihentikan, ini menandakan ada masalah dalam penetapan awalnya. Artinya, ada ketidakcermatan dalam proses perencanaan sehingga proyek tidak berjalan sesuai ekspektasi. Ini yang harus dihindari," tegasnya.

Penghentian proyek PSN di tengah jalan dapat menimbulkan ketidakpastian investasi yang berpotensi merugikan perekonomian secara luas.

Investor yang sudah menanamkan modal bisa kehilangan kepercayaan, sehingga risiko capital flight (pelarian modal) meningkat.

Hal ini juga dapat menciptakan dampak domino, seperti terhentinya penciptaan lapangan kerja dan tersendatnya pertumbuhan ekonomi di daerah terkait.

“Jika suatu daerah sudah ditetapkan sebagai PSN, artinya telah dilakukan pengukuran dampak ekonominya. Kalau tiba-tiba dihentikan, akan ada pertanyaan besar tentang kredibilitas penetapan tersebut. Jangan sampai ada PSN yang ditetapkan secara terburu-buru tanpa perhitungan yang matang," kata Ahmad Heri.

Agar PSN benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, Ahmad Heri menegaskan pentingnya menjaga kredibilitas dalam proses penetapan proyek strategis.

Keputusan untuk memasukkan suatu proyek ke dalam daftar PSN harus didasarkan pada kajian yang objektif, bukan sekadar pertimbangan politis atau kepentingan kelompok tertentu.

“Jangan sampai PSN hanya menguntungkan segelintir kelompok, seperti pengusaha tertentu, sementara manfaat bagi masyarakat luas minim. Pemerintah harus memastikan bahwa proyek-proyek yang ditetapkan sebagai PSN benar-benar berdampak pada kesejahteraan ekonomi secara menyeluruh," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar sebelum menetapkan suatu proyek sebagai PSN, pemerintah harus memastikan bahwa proyek tersebut memiliki:

- Studi kelayakan yang jelas dan berbasis data yang kredibel.

- Dampak ekonomi yang merata, bukan hanya untuk segelintir pihak.

- Jaminan keberlanjutan proyek, agar tidak berhenti di tengah jalan.

Baca Juga: Golkar Akan Tertibkan Pleno Ilegal AMPI, Bidang Ormas Siapkan Langkah Tegas!

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, pemerintah perlu lebih transparan dalam menetapkan dan mengawasi pelaksanaan PSN.

Keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan proyek harus berdasarkan kajian mendalam, bukan hanya sekadar perubahan kebijakan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

“PSN harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas. Jika dilakukan dengan perencanaan yang matang, proyek ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Namun, jika tidak kredibel sejak awal, maka yang terjadi justru ketidakpastian dan potensi kerugian bagi negara dan masyarakat," tutup Ahmad Heri Firdaus.

Sebagai negara berkembang yang terus berupaya meningkatkan investasi dan daya saing ekonomi, Indonesia harus memastikan bahwa setiap proyek besar yang dicanangkan benar-benar memiliki nilai strategis.

Dengan demikian, PSN tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.