Trump Kembali Buka Peluang Kesepakatan Dagang dengan China, Akankah Benar Terjadi?

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memberi sinyal kemungkinan adanya kesepakatan dagang baru dengan China. Dalam pernyataannya, Trump tampak lebih terbuka untuk meredakan ketegangan antara kedua negara yang selama ini kerap memanas akibat perang dagang.
“Mungkin saja, mungkin saja,” ujar Trump dikutip dari laman Reuters.
Namun, meski terdengar menjanjikan, Trump tidak memberikan gambaran jelas mengenai bagaimana bentuk kesepakatan tersebut. Sehingga hal tersebut memunculkan berbagai spekulasi, apakah ucapannya hanyalah strategi politik belaka atau benar-benar ada rencana konkret di baliknya.
Baca Juga: Donald Trump Respon Santai Rencana Uni Eropa Batasi Impor Produk Pangan AS
Seperti yang diketahui, sebelumnya, pada Januari 2020 lalu, Trump dan Presiden China Xi Jinping telah menandatangani kesepakatan dagang tahap pertama.
Dimana China berjanji akan membeli produk-produk AS senilai USD200 miliar dan menindak pencurian rahasia dagang serta teknologi dari perusahaan-perusahaan AS.
Namun, hubungan kedua negara kembali memburuk setelah pandemi COVID-19 merebak, yang menurut Trump adalah kesalahan China. Akibatnya, berbagai kebijakan tarif tambahan diterapkan oleh AS, termasuk kenaikan bea masuk 10% untuk semua produk impor dari China.
Trump beralasan bahwa kebijakan ini adalah bentuk sanksi terhadap China karena dianggap menjalankan praktik perdagangan yang tidak adil dan gagal menghentikan aliran fentanyl (salah satu zat narkotika berbahaya yang masuk ke AS).
Menariknya, meskipun kerap berseteru dengan China, Trump tetap memuji Presiden Xi Jinping.
“Ada sedikit persaingan, tapi hubungan saya dengan Presiden Xi sangat baik,” katanya.
Di sisi lain, Trump juga tak segan menyalahkan penerusnya, Joe Biden, karena dianggap tidak cukup menekan China agar mematuhi kesepakatan dagang sebelumnya.
“Mereka sudah membeli produk kami senilai sekitar USD50 miliar, dan kami memaksa mereka untuk membelinya. Masalahnya, Biden tidak mendorong mereka untuk tetap patuh,” tambah Trump.
Baca Juga: Mengenal Fentanyl, Si Kecil Pemicu Perang Dagang AS-China
Pernyataan Trump soal kesepakatan baru memang menarik perhatian, tetapi para analis masih skeptis. Selain hambatan diplomatik yang cukup besar, kebijakan Trump yang sering berubah-ubah juga menjadi tantangan tersendiri.
Meski begitu, ada kemungkinan bahwa ini adalah bagian dari strategi Trump menjelang pemilu AS, di mana ia ingin menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki pengaruh besar dalam kebijakan perdagangan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








