AS Tuduh China Pasok Bahan Kimia Fentanil, Beijing Siap Gugat ke WTO

AKURAT.CO Di tengah ketegangan dagang yang belum mereda, Amerika Serikat kembali melontarkan tuduhan serius terhadap China.
Kali ini, Washington menuding Beijing sebagai pemasok utama bahan kimia prekursor yang digunakan dalam produksi fentanil di Meksiko.
Fentanil sendiri merupakan opioid sintetis yang menjadi salah satu penyebab utama krisis narkotika di AS.
Baca Juga: Mirip RI, Menkeu AS Sibuk Efisiensi Anggaran
AS Jadikan Isu Fentanil Sebagai Alasan Kebijakan Tarif
Pemerintahan Trump menyatakan bahwa banyak bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi fentanil berasal dari China, sebelum akhirnya diproses lebih lanjut di Meksiko dan diselundupkan ke AS.
Akibatnya, Washington menjadikan isu ini sebagai salah satu alasan utama dalam kebijakan tarif terhadap Beijing.
Namun, tuduhan ini langsung dibantah oleh pihak China.
Beijing menegaskan bahwa mereka telah melakukan berbagai langkah ketat untuk mengendalikan perdagangan bahan kimia berbahaya dan bekerja sama dengan komunitas internasional dalam upaya pemberantasan narkotika.
Mengutip Reuters, Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, menyebut bahwa tuduhan AS tidak berdasar dan hanya dijadikan dalih untuk membenarkan kebijakan tarif sepihak.
"China telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk memberantas perdagangan bahan kimia dan narkotika ilegal," ujar He Yongqian dalam konferensi pers.
Baca Juga: Tekstil Impor Ilegal China Rugikan Negara Rp46 Triliun, Wakil Ketua DPR Minta Pemerintah Tegas
China Siap Gugat AS ke WTO
Beijing juga menegaskan bahwa jika AS terus menggunakan isu fentanil sebagai alat politik dalam perang dagang, maka China akan membawa permasalahan ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Perselisihan ini semakin menambah daftar panjang ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
Selain isu fentanil, kebijakan tarif yang diberlakukan oleh AS juga menjadi sumber konflik utama.
Meski begitu, China masih membuka peluang dialog diplomatis untuk menyelesaikan perselisihan ini.
Namun, mereka juga tidak segan mengambil langkah tegas jika AS terus bersikap agresif.
Baca Juga: China Balas Trump, Tetapkan Tarif Baru Produk AS hingga Batasi Ekspor
Dampak Perang Dagang AS-China terhadap Ekonomi Global
Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada AS dan China, tetapi juga mempengaruhi ekonomi global.
Investor dan pelaku usaha kini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, mengingat kebijakan proteksionisme AS bisa berdampak luas pada rantai pasok dunia.
China tetap waspada dan siap menghadapi tantangan. Jika perang dagang ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin ekonomi dunia akan menghadapi ketidakpastian yang lebih besar.
Pada akhirnya, dunia menanti langkah selanjutnya dari AS dan China—apakah mereka akan menemukan solusi melalui negosiasi, atau justru semakin memperuncing konflik ekonomi yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







