AKURAT.CO Hari pertama Donald Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat diwarnai dengan berbagai pengumuman kebijakan strategis.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah deklarasi "darurat energi nasional," sebuah langkah yang bertujuan menurunkan harga energi sekaligus mendorong eksplorasi sumber daya energi domestik.
Trump juga membuka peluang bagi kebijakan yang dikenal dengan istilah “drill, baby, drill,” yaitu inisiatif untuk meningkatkan produksi minyak dan gas di dalam negeri. Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa Amerika akan kembali menjadi negara manufaktur.
"Kami punya sumber daya minyak dan gas terbesar di dunia dan kami akan memanfaatkannya. Kami akan mengebor, baby, mengebor," ucapnya melalui lansiran reuters, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga: Prospek Saham Chevron dan Exxonmobil Moncer di Era Trump
Kebijakan ini dianggap sebagai langkah ambisius untuk memperkuat ketahanan energi Amerika Serikat. Langkah ini diperkirakan membawa angin segar bagi perusahaan minyak dan gas domestik, terutama yang beroperasi di wilayah kaya sumber daya seperti Permian Basin.
Chevron Corporation (NYSE: CVX), salah satu raksasa minyak dunia, diprediksi menjadi salah satu pemain utama yang diuntungkan dari kebijakan ini. Dengan basis operasi yang besar di Permian Basin, Chevron telah membangun kapasitas eksplorasi dan produksi yang signifikan.
Produksi tahunan Chevron di kawasan ini diperkirakan tumbuh sekitar 3%, sementara tingkat pertumbuhan arus kas bebas mencapai 10% hingga 2027. Jika kebijakan "drill, baby, drill" benar-benar diterapkan, perusahaan ini berpeluang memperluas eksplorasi secara signifikan.
Selain itu, Chevron menawarkan daya tarik investasi yang kuat berkat dividen yang stabil. Perusahaan ini telah mencatatkan kenaikan dividen selama 37 tahun berturut-turut, dengan hasil dividen saat ini mencapai 4,5%. Dengan dukungan kebijakan dari pemerintahan Trump, prospek pertumbuhan Chevron semakin cerah.
Tak kalah menarik, Exxon Mobil (NYSE: XOM) juga berpotensi menuai manfaat besar dari kebijakan energi Trump. Dengan posisi dominan di sektor minyak dan gas, Exxon telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memanfaatkan peluang deregulasi dan perluasan hak pengeboran.
Proyek besar seperti ekspansi LNG (Gas Alam Cair) dan penemuan gas alam baru di Mesir menjadi daya tarik tersendiri bagi pertumbuhan Exxon. Ditambah lagi, Exxon memiliki rasio harga terhadap laba (P/E) forward sebesar 12,41, menjadikannya salah satu opsi investasi menarik di pasar energi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









